Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

China Tolak Penarikan Pasukan PBB di Lebanon, Situasi Dinilai Masih Berbahaya

Iklan Landscape Smamda
China Tolak Penarikan Pasukan PBB di Lebanon, Situasi Dinilai Masih Berbahaya
China Tolak Penarikan Pasukan PBB di Lebanon, Situasi Dinilai Masih Berbahaya
pwmu.co -

Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Fu Cong, menyerukan perlunya peninjauan ulang keputusan Dewan Keamanan PBB (UNSC) terkait penghentian mandat misi penjaga perdamaian di Lebanon.

Mengutip Aljazeera.com, Pernyataan tersebut disampaikan Fu Cong kepada wartawan di markas besar United Nations di New York, Jumat (2/5), bertepatan dengan dimulainya masa kepemimpinan China sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan PBB untuk bulan Mei.

Fu menyampaikan kekhawatiran mendalam atas kondisi di Lebanon yang dinilainya belum stabil.

“We do believe that we should revisit the decision, actually, to withdraw the UNIFIL,” Fu said.

Ia menegaskan bahwa situasi di lapangan belum mencerminkan gencatan senjata yang sesungguhnya.

“Saya pikir setidaknya pandangan mayoritas besar Dewan Keamanan adalah bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk benar-benar menarik UNIFIL dari bagian negara itu,” kata Fu.

China, lanjutnya, masih menunggu laporan dari Sekretariat PBB yang dijadwalkan keluar pada Juni sebelum menentukan sikap resmi.

“sebelum kita mengambil posisi kita”

Selain itu, Fu juga menyoroti serangan yang terus terjadi di wilayah Lebanon.

“Israel berkewajiban untuk menghentikan pemboman terhadap Lebanon.”

SMPM 5 Pucang SBY

Misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dibentuk untuk mengawasi penarikan pasukan Israel setelah invasi tahun 1978. Mandatnya kemudian diperluas pasca perang 2006 antara Israel dan kelompok Hezbollah.

UNIFIL berperan menjaga zona penyangga demiliterisasi antara kedua pihak. Namun, Dewan Keamanan PBB tahun lalu secara bulat memutuskan untuk mulai menarik sekitar 10.800 pasukan penjaga perdamaian hingga Desember 2026.

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 2.618 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Misi UNIFIL sendiri juga mengalami dampak signifikan. Sedikitnya enam penjaga perdamaian dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat serangan dan insiden di lapangan.

Korban berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Prancis, yang terlibat dalam insiden penembakan dan serangan di wilayah konflik.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam insiden tersebut dan menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB yang dikenal sebagai “blue helmets” menjadi sasaran saat menjalankan tugas penting, seperti pembersihan bahan peledak dan pengawalan logistik.

Fu Cong menilai kondisi di Lebanon saat ini belum bisa dianggap aman, melainkan hanya berada dalam kondisi konflik yang lebih rendah intensitasnya.

Dengan situasi yang masih bergejolak, China menilai penarikan pasukan penjaga perdamaian saat ini berisiko memperburuk stabilitas kawasan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 02/05/2026 18:10
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu