Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya lompatan besar dalam penguatan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Bogor, yang sekaligus menjadi ajang peresmian Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah di kawasan Rancamaya.
Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya dimaknai sebagai transfer pengetahuan semata.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu. Ia adalah proses memanusiakan manusia—menumbuhkan fitrah, membangun karakter, dan memuliakan kehidupan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan yang relevan dengan tantangan global, khususnya dalam penguatan bidang STEM.
“Kalau kita tidak serius memperkuat STEM, kita akan tertinggal dalam kompetisi global. Ini bukan sekadar data, ini peringatan,” imbuhnya.
Menurut Menteri Mu’ti, kehadiran Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah menjadi contoh konkret pendidikan masa depan yang terintegrasi.
Sekolah ini menggabungkan nilai keislaman, penguatan sains dan teknologi, serta kesadaran ekologis dalam satu sistem pembelajaran.
“Ini bukan hanya nama. Ini konsep besar: pesantren modern, berbasis nilai Islam, kuat dalam sains, dan berpijak pada kesadaran lingkungan,” jelasnya.
Ia berharap lembaga ini mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Semoga dari sini lahir generasi pelajar yang melek STEM dan ekologi, yang mencerahkan kehidupan, menjaga lingkungan, hemat energi, pengelolaan sampah, dan pelestarian alam untuk masa depan yang lebih hijau,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan dukungan penuh terhadap hadirnya Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kehadiran Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah. Ini menghadirkan model pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun pendidikan yang menguatkan karakter, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Momentum Hardiknas 2026 di Bogor ini menjadi penegasan bahwa arah pendidikan nasional tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga integrasi nilai, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.
Model pendidikan seperti ECO-Saintek dinilai menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan global sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.





0 Tanggapan
Empty Comments