Komitmen memberikan layanan pendidikan yang inklusif terus diperkuat TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI), Manyar, Gresik. Sebagai bentuk keseriusan tersebut, sekolah mengirimkan dua guru untuk mengikuti Program Magang SiMetal TerPAUD+ yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT LP ABK) Kabupaten Gresik, Jumat (3/7/2026).
Keikutsertaan dalam program ini menjadi langkah nyata TK ABA 36 PPI dalam meningkatkan kapasitas guru sekaligus mengoptimalkan layanan pendidikan inklusif yang selama ini telah dijalankan di lingkungan sekolah.
Program magang berlangsung selama tujuh hari dan diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari jenjang PAUD, meliputi TK, Satuan PAUD Sejenis (SPS), hingga Sekolah Dasar.
Meningkatkan Kompetensi Guru untuk Memperkuat Layanan Pendidikan Inklusif
Kegiatan dibuka oleh Kepala UPT LP ABK Gresik, Renita Yuniarti Ningtyas, M.Pd.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peserta yang mengikuti program ini harus memenuhi sejumlah komitmen, antara lain memiliki ruang sumber di sekolah, mengikuti seluruh rangkaian magang hingga selesai, serta bersedia menindaklanjuti hasil pelatihan dengan menerapkannya di lembaga masing-masing.
“Program ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di sekolah agar layanan bagi anak berkebutuhan khusus semakin optimal,” ujarnya.
Pada sesi materi, Izza Ulya Mashita, S.Psi. dari tim UPT LP ABK menjelaskan bahwa Program SiMetal TerPAUD+ merupakan tindak lanjut dari kegiatan Safari Visitasi yang sebelumnya telah terlaksana di berbagai satuan pendidikan.
Menurut Izza, selama kegiatan visitasi banyak guru PAUD mengungkapkan kebutuhan pendampingan karena menemukan anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan dan menunjukkan indikasi sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK).
“Awalnya program SiMetal (Siap Melayani Tanpa Batas) dirancang khusus untuk PAUD. Namun karena banyak permintaan pendampingan juga datang dari sekolah dasar, akhirnya program ini dikembangkan menjadi SiMetal TerPAUD+,” jelasnya.
Sebagai pedagog terapis perilaku, Izza juga memaparkan bahwa pendampingan menggunakan pendekatan TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Communication Handicapped Children).
Melalui metode tersebut, berharap para guru mampu melakukan identifikasi awal sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai bagi peserta didik yang membutuhkan layanan khusus.
Ia menambahkan, keberhasilan penanganan anak sangat bergantung pada sinergi antara sekolah dan UPT LP ABK.
“Ketika sekolah menerapkan metode yang sama dengan yang kami gunakan, proses pendampingan akan lebih efektif dan dapat dilakukan lebih dini.
Program ini juga diharapkan mampu mengurangi daftar tunggu layanan di UPT LP ABK karena sekolah telah memiliki kemampuan melakukan penanganan awal,” katanya.
Hari pertama pelaksanaan magang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat.
Meski sebagian peserta mengaku masih merasa gugup karena belum memiliki pengalaman mendampingi anak berkebutuhan khusus, suasana cepat mencair berkat pendekatan para pemateri yang komunikatif dan terbuka.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Bahkan, panitia harus membatasi jumlah penanya karena tingginya minat peserta untuk menggali berbagai persoalan yang mereka hadapi di sekolah.
Program magang hari pertama ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta dan tim UPT LP ABK.
Seluruh peserta dijadwalkan kembali mengikuti rangkaian pelatihan pada hari-hari berikutnya dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata di sekolah masing-masing, sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang tepat sejak usia dini.***





0 Tanggapan
Empty Comments