Kajian Ahad Pagi yang digelar di Masjid Taqwa KH Kholil Gresik berlangsung penuh antusiasme. Kegiatan yang diselenggarakan Takmir Masjid Taqwa ini bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gresik.
Ratusan jamaah dari berbagai kalangan memadati area masjid sejak pagi. Di antaranya pegawai RS Muhammadiyah Gresik (RSMG), guru dan karyawan SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) serta SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu), pengurus ranting Muhammadiyah-‘Aisyiyah, hingga para aktivis ortom.
Kajian rutin yang digelar setiap Ahad pekan keempat ini menghadirkan Miqdar Qur’ani, Lc., anggota Mufassir Tafsir At-Tanwir Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Jakarta, sebagai pemateri utama.
Dalam kajian tersebut, Ustaz Miqdar menyampaikan materi bertajuk “Empat Pilar Kebahagiaan Dunia” secara lugas dan sistematis, sehingga mudah dipahami oleh jamaah.
Dalam pemaparannya, Ustaz Miqdar menjelaskan bahwa kebahagiaan dunia tidak semata ditentukan oleh materi, melainkan oleh empat pilar utama yang saling melengkapi.
1. Istri yang Salihah
Ia menegaskan bahwa dalam memilih pasangan hidup terdapat beberapa pertimbangan seperti kecantikan, nasab, harta, dan agama. Namun, agama harus menjadi prioritas utama.
Kesalihan perempuan, menurutnya, mencakup dua aspek, yakni spiritual dan sosial. Secara spiritual, menjaga ibadah wajib seperti salat lima waktu dan puasa Ramadan. Secara sosial, menjaga kehormatan diri, termasuk aurat, perilaku, serta rahasia keluarga.
“Namun demikian, suami juga dituntut untuk berlaku adil dan tidak bersikap semena-mena terhadap istrinya,” tegas Ustaz Miqdar.
2. Rumah yang Luas
Ustaz Miqdar menjelaskan bahwa makna rumah luas tidak hanya secara fisik, tetapi juga luas hati para penghuninya.
“Rumah yang ideal adalah rumah yang mampu menjadi tempat istirahat yang nyaman, memiliki interaksi yang hidup, serta dihiasi dengan sikap saling memahami,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan rumah sebagai pusat ibadah, seperti salat sunah dan membaca Al-Qur’an.
3. Tetangga yang Saleh
Dalam aspek sosial, memiliki tetangga yang saleh menjadi pilar penting kebahagiaan.
Ustaz Miqdar mengisahkan teladan dari Hasan Al-Bashri. Diceritakan, seorang tetangga non-Muslim memiliki saluran pembuangan yang bocor hingga menetes ke rumah beliau. Namun, Hasan Al-Bashri memilih bersabar dan tidak menegur demi menjaga perasaan.
“Ketika akhirnya diketahui, sikap mulia tersebut justru membuat tetangganya tersentuh hingga memeluk Agama Islam. Kisah ini menjadi refleksi penting tentang akhlak mulia dalam bertetangga,” ujar Miqdar.
4. Kendaraan yang Nyaman
Pilar terakhir adalah kendaraan yang nyaman. Ustaz Miqdar menekankan bahwa Rasulullah SAW lebih mengutamakan kenyamanan daripada kecepatan atau model kendaraan.
“Seperti digunakan untuk pergi ke masjid, bersilaturahmi, dan bekerja. Ia juga mengingatkan agar setiap perjalanan disertai doa dan kesadaran akan tujuan akhir kehidupan, yaitu akhirat,” pungkasnya.
Selain kajian, kegiatan ini juga dilengkapi berbagai layanan sosial. RSMG menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, ibu-ibu ‘Aisyiyah membagikan sayuran gratis, serta takmir masjid menyediakan sarapan pagi untuk jamaah.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dakwah yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan.






0 Tanggapan
Empty Comments