Suasana khidmat menyelimuti Masjid Assholihin Cakru pada Sabtu malam (25/04/2026). Puluhan jamaah memadati ruang utama masjid untuk mengikuti KARIMA (Kajian Rutin Malam Ahad).
Edisi kali ini menghadirkan Anas Abu Bakar Abidin sebagai narasumber dengan tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, yakni dampak buruk kemaksiatan.
Mengacu pada kitab karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berjudul Addaa Waddawaa, Ustadz Anas mengupas secara mendalam bahwa kemaksiatan bukan sekadar pelanggaran aturan agama, tetapi juga “racun” yang merusak kehidupan pelakunya.
Dalam pemaparannya, Ustadz Anas menegaskan bahwa maksiat tidak akan mengurangi keagungan Allah sedikit pun. Sebaliknya, dampaknya justru kembali kepada manusia itu sendiri.
“Maksiat itu artinya kita tidak patuh. Sebetulnya, saat kita berbuat dosa, kita sedang merugikan diri sendiri. Allah tidak butuh ketaatan kita, kitalah yang butuh cahaya-Nya,”
Ustadz Anas merinci sejumlah dampak kemaksiatan yang sering tidak disadari:
1. Terhalangnya Cahaya Ilmu
Mengutip kisah Imam Syafi’i, beliau menjelaskan bahwa maksiat menjadi penghalang masuknya ilmu. Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan masuk ke hati yang gelap karena dosa.
2. Menghambat Pintu Rezeki
Mengutip hadits riwayat Imam Ahmad, seorang hamba bisa terhalang rezekinya akibat dosa yang dilakukan.
3. Kehampaan Hati
Meski memiliki harta dan jabatan, pelaku maksiat sering merasakan kehampaan batin karena terputus dari kedekatan dengan Allah.
4. Keterasingan Sosial
Pelaku maksiat cenderung merasa tidak nyaman berada di lingkungan orang-orang saleh.
5. Keluarga Menjadi Sulit Diatur
Kemaksiatan juga dapat berdampak pada kehidupan rumah tangga, termasuk hubungan dengan pasangan dan anak.
6. Hilangnya Rasa Malu (Mujaharoh)
Dampak paling berbahaya adalah ketika seseorang mulai bangga dan terang-terangan menunjukkan kemaksiatan, termasuk di media sosial.
Di akhir kajian, Ustadz Anas mengingatkan bahwa keberkahan umur tidak diukur dari panjangnya usia, melainkan dari kedekatan kepada Allah dan amal kebaikan yang dilakukan.
“Jika urusanmu terasa buntu, jangan buru-buru menyalahkan orang lain. Lihatlah ke dalam diri, mungkinkah ada maksiat yang sedang menghalangi kemudahan dari Allah?”
Kajian Rutin Malam Ahad (KARIMA) merupakan program unggulan Masjid Assholihin Ranting Muhammadiyah Cakru yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini rutin digelar setiap Sabtu malam Ahad, dimulai dari shalat Maghrib berjamaah hingga Isya, dengan menghadirkan pemateri kompeten secara bergiliran.





0 Tanggapan
Empty Comments