Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Enam Mahasiswa PGSD Umla Tampilkan Tari Mayang Madu pada Pra Pembukaan Fashmu 3

Iklan Landscape Smamda
Enam Mahasiswa PGSD Umla Tampilkan Tari Mayang Madu pada Pra Pembukaan Fashmu 3
Mahasiswa PGSD Umla Suguhkan Tari Mayang Madu pada Pra Pembukaan Fashmu 3 (Nova Aquila Salsabila Cahyono/PWMU.CO)
pwmu.co -

Enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) sukses memukau tamu undangan dan peserta dengan penampilan Tari Mayang Madu pada pra pembukaan Fashmu 3, Sabtu (25/7/2026), di Convention Hall K.H. Hisjam, Lantai 10 Gedung Umla Tower.

Penampilan tersebut menjadi suguhan pembuka yang memperkenalkan kekayaan budaya khas Kabupaten Lamongan sekaligus menambah semarak rangkaian kegiatan Fashmu 3. Gerakan yang kompak, iringan musik yang harmonis, serta balutan busana tradisional menghadirkan nuansa budaya yang kental di hadapan para tamu undangan.

Tari Mayang Madu dipilih sebagai representasi seni tradisional Lamongan yang sarat makna. Kehadirannya pada pra pembukaan Fashmu 3 menjadi bentuk komitmen mahasiswa PGSD Umla dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat akademik.

Di balik penampilan yang memukau tersebut, tersimpan proses latihan yang cukup intensif. Selama tujuh hari, keenam mahasiswa berlatih untuk menyelaraskan gerakan, ekspresi, dan kekompakan tim. Bahkan pada hari pelaksanaan, mereka telah memulai persiapan sejak dini hari agar mampu memberikan penampilan terbaik.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan Dr. Ari Susandi, M.Pd., dosen PGSD Umla sekaligus pembina tari. Selama proses latihan, ia memberikan arahan mengenai teknik, kekompakan, hingga pemahaman terhadap nilai budaya yang terkandung dalam Tari Mayang Madu.

Menurut Ari Susandi, penampilan seni tradisional menjadi media yang efektif untuk menanamkan kecintaan mahasiswa terhadap budaya daerah.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu menampilkan tarian dengan baik, tetapi juga memahami filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya sehingga dapat ikut melestarikannya,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Salah satu penari, Dika Nur Kumala, mengaku bersyukur mendapat kesempatan tampil pada pra pembukaan Fashmu 3. Ia mengatakan seluruh proses latihan menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk menampilkan Tari Mayang Madu pada pra pembukaan Fashmu 3. Kami berlatih selama tujuh hari dan bahkan memulai persiapan rias sejak waktu subuh. Semua proses itu membutuhkan tenaga dan waktu, tetapi ketika melihat penampilan berjalan lancar, kami merasa seluruh perjuangan tersebut tidak sia-sia,” tuturnya.

Penampilan Tari Mayang Madu mendapat sambutan hangat dari para peserta dan tamu undangan. Tepuk tangan meriah mengiringi berakhirnya pertunjukan yang menjadi salah satu suguhan budaya dalam rangkaian pra pembukaan Fashmu 3.

Melalui penampilan tersebut, mahasiswa PGSD Umla menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang pengembangan akademik, tetapi juga wadah pelestarian seni dan budaya daerah. Semangat kolaborasi, disiplin, dan kerja keras yang mereka tunjukkan selama proses latihan menjadi cerminan komitmen generasi muda dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu