Tingginya antusiasme peserta dalam Family Gathering ke-14 Kader Sang Surya di kawasan wisata Sarangan, Magetan, Sabtu–Ahad (27–28/6/2026), membawa cerita tersendiri bagi panitia.
Di balik kemeriahan yang mempertemukan sekitar 600 kader Muhammadiyah beserta keluarganya, panitia harus bekerja ekstra mengatasi tantangan penataan akomodasi hingga distribusi ratusan kaus peserta yang terus berubah hingga menjelang hari pelaksanaan.
Ketua Panitia Family Gathering ke-14, Dr. H. Suli Da’im, MM, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar berada pada sektor akomodasi. Dinamika kepastian kehadiran peserta yang terus berubah membuat panitia harus berkali-kali menyesuaikan pembagian kamar.
“Persoalan akomodasi menjadi tantangan tersendiri karena kepesertaan terus berubah. Ada yang baru memastikan hadir menjelang kegiatan, ada pula yang batal karena agenda pekerjaan. Padahal kami sudah memesan dua hotel di kawasan Sarangan serta menyewa beberapa vila agar sekitar 600 peserta dapat tertampung,” ujar Suli Da’im.
Menurutnya, perubahan data peserta hingga menjelang pelaksanaan membuat panitia harus melakukan penataan ulang kamar secara berulang.
“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman,” papar Suli.
Selain persoalan tempat menginap, distribusi kaus peserta juga menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Penanggung Jawab Distribusi Kaos, Miftahul Abror, menjelaskan bahwa terdapat dua tantangan utama dalam proses penyediaan kaus kegiatan.
“Pertama, variasi ukuran peserta. Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa sehingga membutuhkan perencanaan yang sangat detail. Kedua, kepastian keikutsertaan peserta. Sampai H-5 masih banyak peserta yang terus melakukan konfirmasi sehingga pihak produksi harus bekerja cepat memenuhi kebutuhan panitia,” jelasnya.
Agar proses produksi tetap berjalan sesuai jadwal, terang Abror, panitia akhirnya menetapkan kebijakan bahwa peserta yang baru mengonfirmasi kehadiran setelah H-3 tidak lagi mendapatkan fasilitas kaus kegiatan.
“Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari keterlambatan produksi sekaligus memastikan distribusi berjalan tertib,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan teknis, semangat gotong royong seluruh panitia tidak pernah surut. Justru tingginya animo peserta menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh tim penyelenggara.
“Kesulitan teknis adalah hal yang wajar dalam kegiatan sebesar ini. Yang paling membahagiakan adalah semangat kebersamaan, silaturahmi, dan kontribusi seluruh kader yang terus terjaga. Itulah esensi Family Gathering Kader Sang Surya,” tutur Suli Da’im.
Keberhasilan penyelenggaraan Family Gathering ke-14 menunjukkan bahwa sebuah kegiatan besar tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh kekompakan panitia dalam mengelola berbagai dinamika di lapangan.
Mulai dari penataan akomodasi, distribusi perlengkapan, hingga pelayanan kepada ratusan peserta, semuanya menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pengalaman terbaik.
Suli mengakui, Family Gathering Kader Sang Surya telah berkembang menjadi ruang mempererat ukhuwah, memperluas jejaring antarkader, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam menggerakkan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
“Bagi kami, keberhasilan Family Gathering bukan diukur dari ramainya acara, tetapi dari semakin eratnya persaudaraan, semakin luasnya kolaborasi, dan semakin kuatnya semangat untuk bersama-sama berkhidmat bagi Muhammadiyah dan masyarakat,” katanya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments