Sebanyak 25 peserta Pendidikan Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala) yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melakukan field trip ke sejumlah sekolah unggulan Muhammadiyah. Salah satu tujuan kunjungan adalah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), yang dinilai sebagai sekolah percontohan di Jawa Timur.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran manajemen sekolah agar para kepala sekolah dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam mengembangkan lembaga pendidikan masing-masing.
Ketua rombongan, Dr. Kemil Wahidah, M.Pd., yang juga Divisi Sumber Daya Manusia Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, mengaku senang dapat membawa peserta Diksuspala berkunjung ke Mudipat.
“Senang sekali bisa membawa teman-teman peserta Diksuspala datang ke salah satu SD percontohan di Jawa Timur, Mudipat,” ujarnya.
Menurut Kemil, kesan sebagai sekolah bertaraf internasional sudah tampak sejak proses penyambutan tamu yang dilakukan pihak sekolah.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah.
“Muhammadiyah milik bersama. Jika ada permasalahan di sekolah panjenengan, silakan japri kepala sekolah lain, kita sharingkan dan belajar bersama. Karena Muhammadiyah milik kita bersama,” pesannya kepada para peserta.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Edy Susanto, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan Mudipat tidak diraih secara instan.
Menurutnya, kemajuan sekolah merupakan hasil kerja sama seluruh unsur sekolah yang terus belajar dan berinovasi.
“Diksuspala ini harus menjadi spirit untuk mengembangkan sekolah kita masing-masing. Mudipat pun tidak tiba-tiba besar, namun tergantung kerja-kerja guru, karyawan, pimpinan sebagai eksekutor. Sedangkan Dikdasmen sebagai pengarah. Kami juga belajar ke sekolah lain seperti panjenengan. Belajar ke para pakar. Belajar terus tanpa henti,” ungkapnya.
Ia berharap semangat belajar tersebut dapat diterapkan seluruh peserta saat kembali ke sekolah masing-masing.
Salah satu peserta, Pradita Eka Putri, S.Pd., Humas SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), mengaku memperoleh banyak inspirasi dari kunjungan ke Mudipat.
Menurutnya, sekolah tersebut tidak hanya unggul dalam kepemimpinan dan prestasi, tetapi juga berhasil membangun sistem pengembangan bakat siswa secara profesional.
“Kunjungan ke SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya memberikan inspirasi dan wawasan yang luar biasa. Tidak hanya unggul dalam manajemen kepemimpinan dan prestasi, tetapi juga benar-benar mengimplementasikan pendidikan dalam mengelola program pengembangan bakat dan potensi siswa secara profesional dan terarah. Juga penguatan karakter dan budaya sekolah yang sangat tertata. Disiplin positif, lingkungan yang kondusif, serta sinergi yang kuat antara guru, siswa, dan manajemen kepala sekolah mampu membentuk ekosistem belajar yang unggul dan menginspirasi,” tuturnya.
Melalui kegiatan field trip ini, peserta Diksuspala diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola sekolah unggulan sehingga dapat mengembangkan inovasi pendidikan di sekolah masing-masing demi meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.





0 Tanggapan
Empty Comments