Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Fikes Unmuh Jember Perkuat Kompetensi Ners melalui Spiritual Care

Iklan Landscape Smamda
Fikes Unmuh Jember Perkuat Kompetensi Ners melalui Spiritual Care
Fikes Unmuh Jember Perkuat Kompetensi Ners melalui Spiritual Care. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember terus mendorong mahasiswa Profesi Ners memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan keperawatan secara holistik.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Webinar Ners Angkatan XVI yang digelar di Aula Darus Syifa’, RSD dr. Subandi Jember, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa Profesi Ners Angkatan XVI untuk memperdalam wawasan dan pengalaman mengenai pelayanan keperawatan, khususnya pemenuhan kebutuhan spiritual pasien.

Webinar menghadirkan sejumlah materi yang membahas spiritual care, pelayanan bina rohani, hingga implementasi asuhan keperawatan spiritual pada pasien kritis.

Ketua panitia, Mohammad Washli Manash, S.Kep., mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya integrasi aspek spiritual dalam mendukung pelayanan keperawatan holistik.

“Webinar ini berupaya meningkatkan pengetahuan tentang integrasi spiritual dalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendukung pelayanan holistik dan berpusat pada kebutuhan pasien,” jelasnya.

Fikes Unmuh Jember dan RSD dr. Subandi Perkuat Kolaborasi

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan Fikes Unmuh Jember, Ns. Sri Wahyuni, M.Kep., Sp.Kep.Kom. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa Profesi Ners dalam mengembangkan kompetensi profesional.

Momentum tersebut sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Fikes Unmuh Jember dan RSD dr. Subandi Jember, terutama dalam mendukung pendidikan dan praktik klinik mahasiswa.

Sri Wahyuni menyampaikan Fikes Unmuh Jember akan terus berkolaborasi dan bermitra dengan RSD dr. Subandi dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk proses akreditasi.

“Tentunya, kami akan menjadikan RSD dr. Subandi sebagai mitra kami yang akan kami libatkan dalam proses akreditasi,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting karena lingkungan rumah sakit menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa Profesi Ners untuk mengembangkan kemampuan profesional sekaligus memahami kebutuhan pasien secara langsung.

Sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit diharapkan terus diperkuat untuk mendukung pendidikan, pelayanan, dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.

Mahasiswa Pelajari Pemenuhan Spiritual Pasien

Salah satu materi yang dipresentasikan mahasiswa Profesi Ners Angkatan XVI berjudul “Implementasi Pemenuhan Spiritual di Ruang Rawat Inap”.

Materi tersebut menekankan bahwa pasien perlu dipandang sebagai individu secara utuh, tidak hanya dari aspek biologis, tetapi juga psikologis, sosial, budaya, dan spiritual.

Pemenuhan kebutuhan spiritual merupakan bagian dari pendekatan keperawatan holistik dan patient-centered care. Perawat berperan memberikan komunikasi terapeutik, menunjukkan empati, menghormati keyakinan pasien, serta memfasilitasi kebutuhan ibadah sesuai kondisi dan keyakinan pasien.

Kebutuhan spiritual dapat mencakup kebutuhan akan makna dan tujuan hidup, harapan, kedamaian batin, hubungan yang baik, kesempatan menjalankan ibadah, hingga dukungan rohaniwan.

Pemenuhan kebutuhan tersebut diharapkan membantu pasien memperoleh ketenangan, meningkatkan kemampuan koping, mengurangi stres dan kecemasan, serta mendukung kualitas hidup.

Materi berikutnya, “Kebijakan Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Bina Rohani”, dipresentasikan Ns. Mustakim, S.Kep., M.MKes., Sp.KMB.

Materi tersebut membahas pentingnya pelayanan kesehatan yang memperhatikan aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual pasien.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam pemaparannya, pelayanan bina rohani ditempatkan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan holistik pasien. Tenaga kesehatan dapat melakukan skrining dan pengkajian awal kebutuhan spiritual, kemudian memfasilitasi pasien memperoleh pendampingan rohaniwan sesuai agama dan keyakinannya.

Pelayanan bina rohani juga membutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan rohaniwan. Kolaborasi dilakukan dengan tetap menjaga batas profesional serta tidak mengintervensi keputusan medis maupun informed consent pasien.

Spiritual Care untuk Pasien Kritis

Materi “Implementasi Asuhan Keperawatan Spiritual pada Pasien Kritis” disampaikan Ns. Imam Sanusi, S.Kep., MM.Kes.

Ia menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam memberikan pelayanan kepada pasien kritis. Pasien dalam kondisi kritis dapat menghadapi berbagai persoalan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikologis dan spiritual.

Karena itu, kebutuhan spiritual perlu menjadi bagian dari pengkajian keperawatan. Perawat dapat mengidentifikasi agama dan kepercayaan pasien, tingkat keyakinan, kemampuan menjalankan ibadah, ketakutan terhadap kematian, hingga harapan pasien.

Dalam pelaksanaannya, perawat juga dapat berkolaborasi dengan tim bimbingan rohani rumah sakit untuk memberikan pendampingan sesuai kebutuhan pasien.

Sementara itu, Dr. Wahyudi Widada, S.Kp., M.Ked., dosen Fikes Unmuh Jember, menyampaikan materi “Evidence Based Spiritual Care dan Tantangan Implementasi pada Pelayanan Keperawatan Kritis.”

Materi tersebut mengangkat pentingnya dukungan spiritual dalam mendampingi pasien dan keluarga yang menghadapi kondisi sulit.

Dr. Wahyudi menjelaskan bahwa perawat tidak hanya berperan memberikan tindakan medis dan keperawatan, tetapi juga dapat memberikan pendampingan emosional dan spiritual.

Dalam materi tersebut dibahas sejumlah pengalaman pasien dalam menghadapi penyakit serta berbagai bentuk doa dan pendampingan spiritual. Praktik spiritual care dapat dilakukan melalui doa, pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, serta penguatan kesabaran dan penerimaan terhadap kondisi sakit.

Pendekatan tersebut perlu dilakukan dengan memperhatikan konteks, kebutuhan pasien, serta kompetensi pelayanan keperawatan.

Rangkaian materi dalam Webinar Ners Angkatan XVI menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan keperawatan secara menyeluruh.

Pendekatan tersebut menempatkan pasien sebagai individu yang memiliki kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.

Melalui kegiatan ini, Fikes Unmuh Jember mendorong mahasiswa Profesi Ners tidak hanya menguasai kompetensi klinis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan pasien secara utuh.

Pemahaman mengenai spiritual care diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam memberikan pelayanan yang profesional, manusiawi, dan berpusat pada pasien.

Di sisi lain, pelaksanaan webinar di RSD dr. Subandi Jember menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi antara Fikes Unmuh Jember dan rumah sakit dalam mendukung pendidikan profesi Ners.

Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan memberikan ruang pembelajaran yang semakin baik bagi mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan keperawatan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 13/08/2026 07:44
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu