Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) resmi menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN T) dan Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN P) tahun 2026 di Paseban Alun-Alun Sidoarjo pada Sabtu sore, (5/9/2026).
Penutupan KKN Umsida 2026 ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Umsida, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Umsida, paraDosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta perwakilan mahasiswa peserta KKN Umsida 2026.
Penutupan ini menjadi tanda berakhirnya proses pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung selama tiga bulan untuk KKN T dan satu setengah bulan untuk KKN P di berbagai wilayah.
KKN Umsida Selesaikan Pengabdian di Berbagai Wilayah
Direktur DRPM Umsida, Prof Dr Sigit Hermawan SE MSi menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN T tahun ini dilaksanakan di enam kecamatan Kabupaten Sidoarjo, yaitu Jabon, Krembung, Prambon, Tarik, Balongbendo, dan Porong.
Sementara itu, KKN P dilaksanakan di sejumlah wilayah luar Sidoarjo yang mencakup wilayah Pasuruan, Mojokerto, Kediri, Jombang, dan Nganjuk. Ia menyampaikan apresiasi kepada para DPL yang telah mendampingi mahasiswa selama proses pelaksanaan KKN sehingga seluruh program dapat berjalan dengan baik.
“Masa pengabdian ini menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa, tidak hanya dalam menjalankan program kerja, tetapi juga dalam membangun kemampuan diri,” terang Prof Sigit.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal mahasiswa setelah menyelesaikan studi di pendidikan tinggi.
“Semoga menjadi pembelajaran yang bermakna dan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman kepada rekan-rekan semuanya, sehingga ada pembelajaran lebih yang bersifat soft skill, ketahanan emosi, dan sebagainya,” jelasnya.
KKN Umsida Hasilkan Beragam Luaran
Turut hadir pula di kegiatan ini, Wakil Rektor I Umsida, Prof Hana Catur Wahyuni ST MT IPM yang KKN Umsida 2026. Ia menyampaikan bahwa kegiatan KKN telah menghasilkan berbagai luaran.
“Mahasiswa telah melakukan KKN dengan menghasilkan berbagai macam luaran, baik itu sifatnya artikel, publikasi, konten media massa maupun teknologi tepat guna,” ungkap Prof Hana.
Selain menghasilkan luaran kegiatan, KKN juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan non akademik melalui interaksi langsung bersama masyarakat.
Umsida Dorong Keberlanjutan Inovasi Desa Pasca-KKN
Meski rangkaian KKN telah selesai, Prof Hana berharap berbagai ide, inovasi, dan potensi desa yang ditemukan mahasiswa selama pengabdian tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
“Kami sangat berharap proses kreativitas, ide-ide inovasi yang bersumber dari desa, dari mitra, tolong jangan ditinggalkan. Kembangkan melalui berbagai macam kegiatan yang ada di sekeliling kita,” tutur Prof Hana.
Ia juga mengajak para DPL untuk melanjutkan pendampingan melalui program pengabdian masyarakat.
“Karena dari KKN ini kita sudah mulai mempunyai modal dasar yang kuat, potensi desa sudah tergali, kemudian permasalahan sudah ada, tinggal kita menulis dalam bahasa proposal,” tambahnya.
Setelah seremoni penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan jaket KKN secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa.
Prosesi tersebut kemudian diikuti oleh seluruh peserta KKN sebagai tanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di desa masing-masing. Selain itu, rangkaian penutupan KKN juga menghadirkan bazar inovasi mahasiswa.
Setiap kelompok KKN menampilkan berbagai program kerja dan hasil inovasi yang telah dikembangkan selama menjalankan pengabdian bersama masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments