Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Fortasi Smamseven Bekali Siswa Baru dengan Wawasan Organisasi dan Edukasi Antinarkoba

Iklan Landscape Smamda
Fortasi Smamseven Bekali Siswa Baru dengan Wawasan Organisasi dan Edukasi Antinarkoba
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 7 Surabaya (Smamseven) membekali peserta didik baru dengan wawasan keorganisasian serta edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026.

Mengusung tema “Dari Fortasi Menjadi Inspirasi, Melahirkan Pelajar Berdampak dan Berprestasi”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk karakter pelajar yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak hari pertama memasuki dunia sekolah.

Salah satu materi Fortasi disampaikan oleh Marsha Durrotun Nasiha, S.Pd., IPMAWATI Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Marsha mengenalkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai organisasi yang menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, pengembangan potensi, dan pembentukan karakter pelajar Muhammadiyah.

“IPM bukan sekadar organisasi sekolah. Di dalamnya, pelajar belajar memimpin, berkolaborasi, menyampaikan gagasan, hingga menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Harapannya, peserta didik baru berani aktif dan terus mengembangkan potensinya,” ujarnya.

Ia juga mendorong peserta didik baru agar aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi sebagai bekal mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Selain pengenalan organisasi, peserta juga mendapatkan materi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang disampaikan oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN), Choirudin, S.E.

Dalam sesi tersebut, siswa dikenalkan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya beserta dampaknya terhadap kesehatan fisik, psikologis, maupun kehidupan sosial.

Menurut Choirudin, penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda sehingga edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah penting dalam pencegahan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Pelajar harus memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu mengenali bahaya narkoba, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta berani mengatakan tidak terhadap setiap bentuk penyalahgunaan narkoba. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan,” katanya.

Kepala SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, Rufiah, menegaskan bahwa pendidikan mengenai bahaya narkoba merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

“Narkoba adalah ancaman serius bagi kehidupan anak-anak kita. Dampaknya bukan hanya merusak fisik, tetapi juga kesehatan mental, kondisi psikis, hingga masa depan mereka. Prestasi yang telah dibangun dapat hancur seketika akibat penyalahgunaan narkoba. Karena itu, kami berkomitmen membekali peserta didik dengan pemahaman yang kuat agar mampu menjaga diri, memilih pergaulan yang baik, dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba,” tegasnya.

Melalui rangkaian materi tersebut, Fortasi tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sarana pembinaan karakter bagi peserta didik baru.

Pembekalan mengenai kepemimpinan melalui organisasi pelajar serta edukasi antinarkoba diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk menjalani proses pendidikan sekaligus berkontribusi positif di sekolah maupun masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 27/07/2026 20:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu