Sebanyak 24 calon kepala sekolah yang tergabung sebagai peserta Diksuspala 2026 di hari senin (27/7/2026) melakukan kunjungan studi manajemen sekolah ke SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya.
Rombongan yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur—meliputi Surabaya, Lamongan, Malang, Jember, Ponorogo, Sidoarjo, Batu, Gresik, hingga Kepohbaru—ini hadir untuk menimba ilmu langsung dari salah satu sekolah rujukan terbaik di Jawa Timur.
Kehadiran para peserta disambut hangat oleh jajaran pimpinan Smamda, yakni Kepala Sekolah Bapak Mukhlasin, Wakil Kepala (Waka) Kurikulum Bapak Mustakim, serta Waka Humas Ibu Ratna Yuli.
Fokus utama yang memantik rasa penasaran para peserta adalah bagaimana strategi Kepala Smamda dalam mengelola dan mensinergikan lebih dari 100 Sumber Daya Manusia (SDM), baik guru maupun karyawan. Merespons hal tersebut, Bapak Mukhlasin membagikan salah satu rahasia kedisiplinan dan pembentukan karakter di sekolahnya.
“Setiap hari pukul 06.30, semua guru dan karyawan akan mendampingi semua murid yang ada di Smamda untuk shalat Dhuha berjama’ah. Presensi kehadiran mereka tulis sendiri di dalam Google Form, dan informasi rekap kehadiran akan disampaikan setiap hari Jum’at,” ungkap Mukhlasin, memaparkan pentingnya keteladanan yang dimulai dari para pendidik.
Fokus pada Literasi Al-Qur’an sebagai Syarat Kelulusan
Penjelasan dari Kepala Sekolah membuka gerbang antusiasme peserta dalam sesi sharing. Diskusi tidak hanya berpusat pada manajerial kepemimpinan, tetapi juga merambah ke program kurikulum unggulan.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah adanya alokasi 6 Jam Pelajaran (JP) Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tartil bagi siswa kelas X. Program ini menggunakan metode Ummi, di mana setiap kelas didampingi secara intensif oleh dua hingga tiga guru pengajar.
Mustakim selaku Waka Kurikulum memaparkan latar belakang kebijakan tersebut.
“Kenapa kita menyetting seperti itu? Kita tahu bahwa murid Smamda di kelas X tidak semua berasal dari SMP Muhammadiyah. Banyak juga yang dari sekolah negeri, di mana beberapa orang tua mungkin abai terkait pendidikan membaca Al-Qur’an anak-anaknya,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar anjuran di Smamda.
“Membaca Al-Qur’an dijadikan syarat kenaikan kelas ataupun kelulusan. Sehingga dengan diberikannya Tartil melalui metode Ummi ini, semua murid ditargetkan pasti bisa membaca Al-Qur’an,” tegas Mustakim.
Antusiasme Tinggi dan Diskusi Hangat di Luar Ruangan
Daya tarik Smamda membuat para peserta Diksuspala enggan melewatkan setiap momen. Menjelang pukul 11.30 WIB, Fahrur Rozi, peserta asal SMAM 1 Ponorogo, secara khusus menanyakan jadwal pelaksanaan shalat Dhuhur warga Smamda. Ia mengaku ingin melihat langsung dan membersamai para murid SMAMDA dalam melaksanakan shalat berjama’ah.
Momen istirahat pun dimanfaatkan peserta untuk menggali ilmu lebih dalam. Elly Kusumawati dari SMAM 8 Gresik dan Abdul Malik Karim Amrullah, S.Pd dari SMAM 6 Karangasem Paciran, tampak mendekati Waka Humas, Ibu Ratna Yuli. Keduanya berdiskusi antusias mengenai strategi Smamda merancang program kunjungan internasional dan langkah taktis agar sekolah bisa go international.
Di sela-sela obrolan tersebut, mereka juga sempat melempar pertanyaan santai namun esensial: bagaimana trik Bapak Kepala Sekolah agar tetap terlihat bahagia dan easy going meski memikul beban manajerial ratusan staf dan guru.
SDM sebagai Ujung Tombak dan Kejutan di Akhir Acara
Apresiasi mendalam juga datang dari Ibu Ani Sudarmi, M.Pd, peserta asal SMAM 2 Genteng. Ia mengaku sangat terkesan dengan figur pimpinan dan manajemen Smamda yang sukses mengelola SDM dengan apik. Menurutnya, ujung tombak utama dalam keberhasilan semua lembaga bermuara pada kualitas pengelolaan SDM-nya.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas semangat para peserta, pihak Smamda membagikan buku 50 Tahun Smamda kepada seluruh calon kepala sekolah yang hadir. Buku yang mendokumentasikan perjalanan panjang Smamda hingga mencapai usia emasnya pada tahun 2025 tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi nyata bagi pengembangan sekolah-sekolah di daerah asal peserta.
Kunjungan ini ditutup dengan sebuah kejutan istimewa. Ibu Ratna Yuli selaku Waka Humas mengundang kehadiran tiga mahasiswa asal Turki beserta pendampingnya ke tengah-tengah forum Diksuspala. Para peserta diberikan kesempatan emas untuk melakukan sesi tanya jawab secara langsung.
Sebagai penutup yang menyejukkan hati, salah satu mahasiswa Turki bernama Ahmet Salih, yang juga merupakan mahasiswa kedokteran dan seorang Hafiz Al-Qur’an, melantunkan surah An-Naba’. Lantunan merdu tersebut dibawakan secara khusus untuk memenuhi permintaan dari salah satu peserta Diksuspala, meninggalkan kesan mendalam dan spiritual bagi seluruh hadirin sebelum mereka beranjak pulang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments