Kegiatan Keputrian SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi remaja dengan menggandeng 25 dokter spesialis kulit dan kelamin, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Smamda Tower lantai 2 ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswi tentang kesehatan reproduksi, kebersihan diri, dan kesehatan kulit sejak usia remaja.
Kegiatan diawali dengan sambutan dr. Ni Putu Susari Widianingsih, Sp.DVE., MARS., FINSDV., FAADV., perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAMDA, Ratna Yuliawati, S.Si., M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan wawasan tentang RSUD Dr. Soetomo dan perkembangan bidang dermatologi di FK Unair, termasuk peran dokter dalam pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kenali Keputihan Normal dan Tidak Normal
Materi pertama bertajuk “Bebas Keputihan” disampaikan Maria Ulva Sheilaadji, M.Ked., Sp.DVE., FINSDV. Ia menjelaskan bahwa keputihan merupakan keluarnya cairan dari vagina yang dapat menjadi bagian dari proses alami tubuh.
Keputihan normal umumnya tidak disertai bau menyengat, rasa gatal, maupun nyeri. Sebaliknya, perubahan warna cairan menjadi kuning atau kehijauan, bau menyengat, serta munculnya rasa gatal atau nyeri perlu diwaspadai dan diperiksakan kepada tenaga kesehatan.
Narasumber juga menjelaskan cara menjaga kebersihan area genital dengan benar. Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui permainan mitos atau fakta yang mengajak siswi membedakan informasi yang benar dan keliru seputar kesehatan reproduksi.
Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak lebih kritis dalam menyikapi informasi kesehatan yang beredar di lingkungan sekitar maupun media sosial.
Bahas Penyebab dan Cara Mengatasi Bau Badan
Materi berikutnya bertajuk “Bye-Bye Bau Ketiak” disampaikan dr. Marina Rimadhani, Sp.DVE., FINSDV. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan fungsi kulit serta penyebab munculnya bau badan.
Bau badan dapat terjadi ketika bakteri pada permukaan kulit menguraikan komponen keringat, terutama yang berasal dari kelenjar apokrin. Karena itu, menjaga kebersihan tubuh menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi bau badan.
Peserta dianjurkan mandi secara teratur, mengenakan pakaian yang menyerap keringat, serta mengeringkan tubuh dengan baik setelah mandi.
Narasumber juga menjelaskan perbedaan deodoran dan antiperspiran. Deodoran membantu mengendalikan bau badan, sedangkan antiperspiran membantu mengurangi produksi keringat. Sementara itu, parfum hanya membantu menutupi bau untuk sementara dan tidak menggantikan pentingnya menjaga kebersihan tubuh.
Materi ini memberikan pemahaman kepada siswi bahwa perawatan tubuh perlu dilakukan dengan cara yang tepat, bukan sekadar menggunakan produk pewangi.
Siswi Antusias Bertanya kepada Dokter
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah siswi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi dan memperdalam pemahaman tentang persoalan kesehatan yang sering dialami remaja.
Rizka Putri dari kelas XII.12 menanyakan pengaruh stres terhadap keputihan. Narasumber menjelaskan bahwa stres dapat memengaruhi kondisi tubuh, termasuk keseimbangan hormonal, sehingga perubahan yang dialami perlu dipahami sesuai kondisi masing-masing.
Sementara itu, Callista dari kelas X.4 bertanya tentang cara mengurangi produksi keringat meskipun telah mencukur rambut ketiak dan menggunakan antiperspiran. Pertanyaan tersebut membuka diskusi mengenai perbedaan antara pertumbuhan rambut ketiak, produksi keringat, dan munculnya bau badan.
Pertanyaan lain disampaikan Anargya dari kelas XI.1 mengenai penggunaan sabun dengan pH rendah untuk mengatasi keputihan. Narasumber menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan alami area kewanitaan serta menghindari penggunaan sabun pembersih khusus pada bagian dalam vagina.
Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan kesempatan kepada siswi untuk memperoleh penjelasan langsung dari para dokter spesialis. Dengan demikian, berbagai pertanyaan seputar kesehatan reproduksi dan kebersihan diri dapat dibahas berdasarkan pengetahuan medis.
Kuis Interaktif Tutup Kegiatan
Sebagai penutup, peserta mengikuti kuis interaktif melalui Quizizz untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.
Suasana semakin meriah saat panitia mengumumkan tiga peserta terbaik. Syifa meraih juara pertama, Hana juara kedua, dan Almira juara ketiga. Selain itu, siswi yang masuk dalam 10 besar juga mendapatkan doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan pemahaman mereka.
Melalui kegiatan Keputrian ini, SMAMDA berharap para siswi semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengenali perubahan tubuh, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
Kolaborasi dengan para dokter spesialis kulit dan kelamin menjadi langkah edukatif untuk mendekatkan pengetahuan medis kepada remaja. Dengan bekal informasi yang tepat, siswi diharapkan mampu menyikapi persoalan kesehatan secara bijak, tidak mudah terpengaruh mitos, serta mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments