Ketua Terpilih Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur periode 2026–2030, Dr. Arin Setyowati, mengajak seluruh kader memperkuat kolaborasi untuk menjawab persoalan perempuan dan anak.
Ia menegaskan, kepemimpinan baru harus mampu menerjemahkan hasil Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Arin dalam sambutannya setelah terpilih sebagai Ketua Umum PWNA Jawa Timur periode 2026–2030 pada Penutupan Musywil XIII yang berlangsung pada Ahad (18/10/2026) di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo).
Arin mengawali sambutannya dengan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan kader Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. Ia mengaku menerima amanah tersebut dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan organisasi.
“Kepercayaan ini kami terima dengan rasa syukur sekaligus rasa gentar. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi bagian dari harapan, doa, dan mimpi besar kita terhadap gerakan perempuan muda di bumi Jawa Timur,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada 11 anggota formatur yang dipilih oleh kader serta jajaran PWNA Jawa Timur periode 2022–2026. Menurutnya, kepemimpinan baru tidak berdiri sendiri, melainkan melanjutkan pengabdian dan capaian kepengurusan sebelumnya.
Arin berharap hasil Musywil XIII tidak hanya menjadi kabar mengenai siapa yang terpilih sebagai pimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tekad dan menyatukan langkah dalam menjalankan visi organisasi selama periode 2026–2030.
Dalam sambutannya, Arin menyoroti sejumlah persoalan perempuan dan anak yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia menyebut data kasus kekerasan berbasis gender, kekerasan terhadap anak, serta perkawinan sebelum usia 18 tahun sebagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Ia kemudian mengajak seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur untuk berperan aktif dalam mencari solusi atas persoalan tersebut.
“Saya dengan tangan terbuka merangkul seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur untuk bergerak bersama menjadi solusi bagi persoalan sekitar, terutama dalam isu-isu perempuan dan anak,” katanya.
Arin menjelaskan, hasil sidang komisi Musywil XIII telah merumuskan lima isu strategis yang akan menjadi perhatian organisasi. Kelima isu tersebut meliputi pemberdayaan ekonomi perempuan, ketahanan keluarga muda berkelanjutan, keadilan gender dan ekologis, diaspora kader, serta transformasi digital.
Menurutnya, kelima isu itu tidak boleh berhenti sebagai rumusan dalam dokumen musyawarah. Organisasi perlu menerjemahkannya menjadi program dan gerakan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Arin menegaskan bahwa keberadaan Nasyiatul Aisyiyah tidak cukup diukur dari identitas organisasi, tetapi juga dari kontribusi kader dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.
Ia mengajak seluruh kader menjadikan PWNA Jawa Timur sebagai rumah bersama yang memberikan ruang bagi setiap anggota untuk berkontribusi, saling menguatkan, dan mengembangkan gerakan perempuan muda berkemajuan.
Menutup sambutannya, Arin kembali menyampaikan terima kasih kepada jajaran PWNA Jawa Timur periode sebelumnya atas dedikasi dan capaian yang telah diwariskan. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan fondasi tersebut melalui gerakan yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Arin juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah maupun di luar organisasi, untuk memperluas jangkauan gerakan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments