Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu 27 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pasuruan untuk membekali remaja Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, dengan keterampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), Sabtu (19/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Bentuk Remaja SIGAP (Siap Tanggap) melalui Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan” ini menjadi salah satu program kerja bidang kesehatan yang dilaksanakan bersama Posyandu Remaja Ceria Desa Seketi.
Ketua KKN Terpadu 27 Umsida, Muhammad Yusuf, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi situasi darurat.
“Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Menurut Yusuf, kolaborasi dengan PMI Kota Pasuruan diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai langkah-langkah pertolongan pertama.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan sekitar sehingga semakin banyak remaja yang memiliki kepedulian dan mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat,” tambahnya.
Edukasi dan Skrining Kesehatan
Ketua Posyandu Remaja Ceria Desa Seketi, Asril Vika Ramadani, menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah remaja berusia 10 hingga 20 tahun. Meski demikian, panitia tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan.
“Peserta utama memang remaja desa usia 10 sampai 20 tahun. Namun, siapa pun yang ingin belajar kami persilakan mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.
Peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi penyampaian materi dan praktik yang dipandu narasumber. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat remaja untuk memahami langkah-langkah penanganan awal ketika menghadapi situasi darurat.
Selain pelatihan P3K, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta konsultasi kesehatan yang dilaksanakan di Meja 2 hingga Meja 4. Pemeriksaan tersebut bertujuan membantu peserta mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran menerapkan pola hidup sehat.
Latih Remaja Menjadi Penolong Pertama
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh edukasi dasar mengenai P3K sebagai bekal menghadapi berbagai kondisi darurat yang dapat terjadi di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
“Pelatihan ini membuat kami memahami langkah-langkah dasar yang harus dilakukan ketika menemukan korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan tenaga kesehatan,” ujar Vika.
Narasumber dari PMI Kota Pasuruan, Mukhammad Arif Hidayatullah, menjelaskan prinsip-prinsip dasar pertolongan pertama, mulai dari memastikan keamanan lokasi, mengenali kondisi korban, memeriksa kesadaran dan pernapasan, hingga segera menghubungi layanan medis apabila diperlukan.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperburuk kondisi korban.
“Pertolongan pertama bukan berarti harus langsung melakukan tindakan medis. Yang paling penting adalah memastikan keselamatan diri sendiri, menjaga kondisi korban tetap aman, lalu segera meminta bantuan tenaga kesehatan,” jelas Arif.
Materi disampaikan melalui demonstrasi dan simulasi sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan remaja sebagai penolong pertama (first responder). Selama praktik berlangsung, peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mempraktikkan setiap tahapan penanganan yang diperagakan narasumber.
Melalui pelatihan ini, Tim KKN Terpadu 27 Umsida berharap remaja Desa Seketi memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama secara aman sebelum korban memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan. Bekal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments