Mahasiswa KKN-MAs Kelompok 24 bersinergi dengan Puskesmas Kasembon menjalankan program edukasi gizi dan cek kesehatan bagi masyarakat di Posyandu Dusun Sepukul, Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen mahasiswa dalam mengatasi isu kesehatan sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Program ini sejalan dengan misi besar KKN-MAs 2026 yang dilaksanakan dalam skala nasional. Tahun ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah dan mengoordinasikan mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat.
Ketua KKN-MAs Kelompok 24, Oktafiyan Hilal Akmal, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan program inovasi ekonomi desa. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kasembon dinilai strategis untuk memastikan akurasi data pemeriksaan kesehatan warga.
“Kami berkolaborasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Kasembon untuk melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis yang sasarannya adalah kelompok lansia. Program ini meliputi cek gula darah, cek asam urat serta cek kolesterol bagi ibu-ibu dan lansia, serta pendataan kondisi gizi anak-anak untuk mendukung program pencegahan stunting secara nasional,” Ungkapnya.
Kegiatan tersebut diawali dengan pelayanan Posyandu yang terbagi menjadi lima langkah, yaitu pendaftaran, penimbangan serta pengukuran badan, pencatatan hasil pengukuran ke dalam buku KIA/KMS atau sistem pencatatan kesehatan, pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan, serta penyuluhan dan validasi.
Tahap penyuluhan dan validasi meliputi pemberian edukasi kesehatan, konseling gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta sinkronisasi data.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan Puskesmas Kasembon memberikan edukasi mengenai pemanfaatan potensi pangan lokal bergizi tinggi untuk mencegah risiko gagal tumbuh (stunting) pada anak.
Pemateri juga menyampaikan penerapan konsep “Isi Piringku” dalam pola makan sehari-hari. Program “Isi Piringku” menggambarkan porsi makanan yang dikonsumsi dalam satu piring, dengan 50 persen terdiri dari buah dan sayur, sedangkan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.
Selain menekankan penerapan “Isi Piringku”, edukasi tersebut juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat juga diingatkan mengenai empat hal penting lainnya, yakni mencuci tangan sebelum makan, melakukan aktivitas fisik yang cukup, minum air putih yang cukup, serta memantau tinggi dan berat badan.
Penerapan pola makan sehat sesuai panduan “Isi Piringku” diharapkan dapat membantu menjaga imunitas tubuh, mencegah obesitas, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-MAs Kelompok 24, Sofa Amalia, S.Psi., M.Si., memberikan apresiasi terhadap kegiatan kolaborasi yang dilaksanakan mahasiswa Kelompok 24.
Ia berharap langkah tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan warga Desa Wonoagung, khususnya Dusun Sepukul dan sekitarnya.
Melalui program kolaborasi tersebut, mahasiswa KKN-MAs berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat terus meningkat. Kegiatan ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat fondasi Desa Wonoagung sebagai desa yang sehat, produktif, dan mandiri.





0 Tanggapan
Empty Comments