SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Muhammadiyah Education (ME) Awards 2026. Tidak hanya berhasil meraih penghargaan, seluruh guru SMAMIO yang menjadi peserta pada kategori Lomba Inovasi Pembelajaran Digital berhasil membawa pulang kemenangan.
Ajang ME Awards 2026 diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).
Tahun ini, ME Awards diikuti lebih dari 3.000 peserta dari 217 sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur dengan mengusung tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader.”
Pada kategori Lomba Inovasi Pembelajaran Digital, SMAMIO mengirimkan tiga guru sebagai peserta. Ketiganya berhasil meraih penghargaan.
Mereka adalah Fitri Andriyani, M.Pd., Nanik Rahmawati, M.Si., dan Cindy Ciecielia Nuhalizah, S.Pd. Ketiganya membuktikan bahwa karya inovatif guru SMAMIO mampu bersaing di tingkat Jawa Timur.
Fitri Andriyani, M.Pd. menghadirkan media pembelajaran “Virtual Mathematics Laboratory”. Media ini dirancang seperti laboratorium matematika virtual yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi konsep matematika secara interaktif.
Melalui media tersebut, siswa dapat melakukan pengamatan, mencoba berbagai aktivitas, hingga menemukan konsep secara lebih mandiri.
“Matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang abstrak. Karena itu, saya ingin menghadirkan ruang belajar virtual yang memungkinkan siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga mengeksplorasi, mencoba, mengamati, dan menemukan konsep matematika secara mandiri,” jelas Fitri.
Ia mengaku sangat bersyukur, bahagia, dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini bukan hanya sebuah kemenangan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pembelajaran matematika yang menarik, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Sementara itu, Nanik Rahmawati, M.Si. menghadirkan “ECOCHEM”, sebuah ekosistem pembelajaran digital untuk materi ikatan kimia.
Media berbasis Google Sites tersebut mengintegrasikan model 3D sebagai visualisasi molekul, simulasi PhET, animasi, serta Augmented Reality (AR).
Media tersebut dikembangkan karena konsep ikatan kimia banyak melibatkan atom dan molekul yang sulit divisualisasikan oleh peserta didik. Melalui ECOCHEM, konsep yang bersifat abstrak dapat dipelajari dengan pengalaman yang lebih visual dan interaktif.
Atas inovasinya, Nanik berhasil meraih Bronze Medal.
“Alhamdulillah, bersyukur. Tetapi masih banyak yang perlu diperbaiki,” ungkap Nanik.
Baginya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan media pembelajaran.
Prestasi berikutnya diraih Cindy Ciecielia Nuhalizah, S.Pd. melalui media “Hobi dan Kreativitas: Ekosistem Pembelajaran Digital Interaktif Bahasa Arab.”
Media ini mengajak peserta didik belajar Bahasa Arab melalui berbagai aktivitas digital, mulai dari menyimak video, mendengarkan pelafalan, mengerjakan latihan interaktif, hingga menghasilkan mini project berupa karya digital tentang hobi mereka.
Media tersebut memadukan PowerPoint interaktif, website, QR Code, video, audio, asesmen digital, dan proyek dalam satu ekosistem pembelajaran.
Cindy mengembangkan media ini untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih kreatif, interaktif, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang kemenangan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan membuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Arab dapat dikemas secara kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi,” tutur Cindy.
Cindy berhasil meraih Bronze Medal melalui inovasi media pembelajaran digital tersebut.
Keberhasilan tiga dari tiga peserta SMAMIO pada kategori Lomba Inovasi Pembelajaran Digital menjadi capaian yang membanggakan. Dengan kata lain, seluruh peserta SMAMIO pada kategori tersebut berhasil meraih penghargaan atau mencatatkan kemenangan 100 persen.
Capaian ini menunjukkan kuatnya budaya inovasi di lingkungan SMAMIO. Ketiga guru tidak hanya menghadirkan media berbasis teknologi, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan pembelajaran di kelas melalui karya yang kreatif, interaktif, dan aplikatif.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar SMAMIO untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman serta sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan.





0 Tanggapan
Empty Comments