Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guest Teacher AIESEC Kenalkan Budaya Jepang kepada Siswa Smamita

Iklan Landscape Smamda
Guest Teacher AIESEC Kenalkan Budaya Jepang kepada Siswa Smamita
Waka Humas Smamita Mokhamad Ikhuwan, S.Pd menyambut Yuya Sato Guest Teacher asal Jepang. Foto: Satrio/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana hangat mewarnai Welcoming Party Guest Teacher AIESEC di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Demokrasi Smamita tersebut menjadi momentum penyambutan Yuya Sato, Guest Teacher asal Jepang yang akan mengikuti program pembelajaran dan pertukaran budaya selama sekitar satu setengah bulan, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan penyambutan diikuti siswa International Class. Mereka menyambut kedatangan Yuya sekaligus berkesempatan mengenal lebih dekat pengalaman dan budaya Jepang melalui komunikasi secara langsung.

Tisya Azelia Pasha, siswa XII-5 International Class yang bertugas sebagai penerjemah, menyampaikan pengalaman Yuya sejak tiba di Indonesia.

Yuya menempuh perjalanan sekitar satu hari dari Jepang. Ia transit di Bali sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Setibanya di Surabaya, Yuya mengaku merasa lelah, tetapi lega karena telah sampai di Indonesia.

  • “Cuaca di Indonesia lebih panas daripada Jepang. Saya masih mencoba beradaptasi,” ujar Yuya melalui Tisya sebagai penerjemah.

Salah satu pengalaman menarik bagi Yuya adalah ketika pertama kali mencicipi soto ayam. Hingga hari keempat berada di Indonesia, soto ayam menjadi salah satu makanan favoritnya.

Selama berada di Indonesia, Yuya juga aktif mencoba berbagai kuliner lokal. Bahkan, ia telah membuat daftar makanan yang ingin dicicipi selama enam minggu menjalani program di Smamita.

Selain cuaca yang lebih panas, Yuya merasakan perbedaan cita rasa makanan Indonesia yang menurutnya cenderung pedas. Ia juga terkesan dengan banyaknya sepeda motor yang ditemuinya di Indonesia.

“Di Jepang lebih banyak orang berjalan kaki. Di Indonesia saya melihat banyak sekali motor,” ungkapnya.

Meski menemukan berbagai perbedaan, Yuya mengaku mendapatkan pengalaman positif selama berada di Indonesia. Ia menilai masyarakat Indonesia ramah dan cukup mudah diajak berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

SMPM 5 Pucang SBY

Belajar Bahasa dan Budaya

Sementara itu, Wakil Kepala Smamita bidang Humas, Mokhamad Ikhuwan, S.Pd., mengatakan kedatangan Yuya merupakan kesempatan berharga bagi Smamita untuk memperluas pengalaman internasional siswa.

“Alhamdulillah, melalui AIESEC kali ini kita mendapatkan Guest Teacher dari Jepang. Ini memberikan pengalaman baru bagi siswa karena mereka dapat berinteraksi dengan budaya yang berbeda. Biasanya kita mendapatkan Guest Teacher dari Amerika,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan Guest Teacher tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bahasa asing, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk memahami perbedaan budaya secara langsung.

Selama mengikuti program di Smamita, Yuya akan menjalani berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa dan pengenalan budaya. Interaksi antara Guest Teacher dan siswa diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan kontekstual.

“Anak-anak bisa belajar bahasa sekaligus mengenal budaya. Begitu juga sebaliknya, ada budaya yang dibawa oleh Yuya dan kemudian bisa diperkenalkan kepada siswa Smamita,” tambah Ikhuwan.

Program internasionalisasi Smamita juga akan terus berlanjut. Pada September mendatang, Smamita dijadwalkan kembali menerima Guest Teacher asal Amerika Serikat yang akan menjalani program selama enam bulan.

Kehadiran para Guest Teacher tersebut menjadi bagian dari upaya Smamita memperkuat lingkungan pendidikan berwawasan global. Program ini sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkomunikasi dan belajar secara langsung bersama warga dari negara lain. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 22/08/2026 09:09
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu