Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru Cambridge SD Sakri Raih Apresiasi, Pembelajaran Animal Detectives Jadi yang Terbaik

Iklan Landscape Smamda
Guru Cambridge SD Sakri Raih Apresiasi, Pembelajaran Animal Detectives Jadi yang Terbaik
Risa Umami bersyukur dengan pencapaian yang didapat (Sri/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana apel pagi di lapangan tengah SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri) terasa berbeda, Selasa (1/9/2026). Di tengah kegiatan rutin sebelum pembelajaran dimulai, sejumlah guru Cambridge mendapatkan apresiasi atas prestasi yang mereka raih dalam rangkaian kegiatan Cambridge Centre ID 110.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Waka Kurikulum sekaligus BUMS, Lala Intan Gemala, M.Pd. Momen itu menjadi bentuk penghargaan sekolah atas kerja keras para guru yang tidak hanya menjalankan pembelajaran di kelas, tetapi juga terus mengembangkan praktik mengajar melalui berbagai kompetisi dan kegiatan peningkatan kompetensi.

Salah satu guru yang mendapatkan perhatian adalah Risa Umami, S.Pd. Ia berhasil meraih penghargaan Best Video Competition for Primary Science dalam ICP Learning Video Competition yang diselenggarakan Cambridge Centre ID 110.

Kompetisi video pembelajaran tersebut berlangsung pada 25 Agustus 2026. Pengumuman pemenang kemudian disampaikan bersamaan dengan kegiatan workshop Cambridge yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Ijen Suites Resort and Convention Malang.

Video pembelajaran yang diikutsertakan Risa mengangkat tema Animal Body Parts untuk siswa kelas 2. Pembelajaran tersebut dirancang dengan pendekatan yang membuat siswa tidak sekadar menerima penjelasan, tetapi terlibat sebagai penemu dalam proses belajar.

Animal Detectives

Dalam pembelajaran itu, siswa diajak menjadi “Animal Detectives”. Mereka mengamati petunjuk, membuat prediksi, melakukan investigasi, hingga menjelaskan hasil temuannya.

Kegiatan diawali melalui Spotlight Reveal. Gambar seekor gajah ditampilkan secara bertahap melalui layar. Siswa terlebih dahulu melihat bagian tubuh seperti telinga, belalai, kaki, dan ekor sebelum gambar ditampilkan secara utuh.

“Don’t just guess. Look for clues,” menjadi salah satu kalimat kunci yang mengarahkan siswa untuk tidak terburu-buru menjawab, melainkan menggunakan pengamatan sebagai dasar berpikir.

Petualangan belajar kemudian berlanjut melalui Mystery Jar Investigation. Siswa menggunakan media sederhana untuk mengungkap gambar hewan yang tersembunyi. Setelah gambar terlihat, mereka melakukan pengamatan secara individu dan mencatat hasilnya melalui Animal Detective Worksheet.

SMPM 5 Pucang SBY

Siswa tidak hanya menyebutkan nama hewan dan bagian tubuhnya, tetapi juga mempelajari fungsi bagian tubuh tersebut. Vocabulary seperti ears, wings, tail, fins, dan trunk dipelajari bersamaan dengan konsep body parts and their functions.

Pembelajaran juga menerapkan pendekatan CLIL (Content and Language Integrated Learning). Bahasa Inggris digunakan sebagai bagian dari komunikasi selama siswa mempelajari Science. Pertanyaan seperti “What can you see?”, “What body parts can you find?”, dan “What is it used for?” mendorong siswa berpikir sekaligus berkomunikasi.

Pembelajaran Bermakna

Bagi Risa, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Ia melihatnya sebagai pengingat bahwa pembelajaran sederhana dapat menjadi bermakna ketika dirancang sesuai karakter dan rasa ingin tahu siswa.

Selain Risa, tiga guru Cambridge SD Sakri juga memperoleh penghargaan dalam workshop Cambridge. Tia Kristi Rahayu, S.S. meraih Best Score Checkpoint for Science Subject dan Best Grand Gallery Walk for Primary Science. Siska Novia Ardhianti, S.Pd. memperoleh Best Score Checkpoint for English Subject dan Best Grand Gallery Walk for Primary English. Sementara Anggi Tri Prasetya Ningtyas, S.Pd. meraih Best Grand Gallery Walk for Primary Math.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi SD Sakri. Lebih dari sekadar piala dan penghargaan, capaian para guru menunjukkan semangat untuk terus belajar dan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia anak.

Melalui proses observe, predict, investigate, identify, explain, dan compare, siswa diajak memahami bahwa Science bukan sekadar mencari jawaban, tetapi juga belajar bagaimana menemukan jawaban melalui pengamatan, bukti, pertanyaan, dan pemikiran.

“Look closely. Think carefully. Discover scientifically.” menjadi pesan yang merangkum pembelajaran tersebut—sekaligus semangat para guru SD Sakri untuk terus menghadirkan pembelajaran yang membuat siswa berani mengamati, bertanya, mencoba, dan menemukan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 01/09/2026 23:15
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu