Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru SD Muhammadiyah Manyar Raih Juara 1 Linkar 2026 Lewat Inovasi

Iklan Landscape Smamda
Guru SD Muhammadiyah Manyar Raih Juara 1 Linkar 2026 Lewat Inovasi
Tangkapan layar zoom saat pengumuman Juara LINKAR 2026. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Nur Aini Ochtafiya, M.Pd., berhasil meraih Juara 1 Linkar 2026 (Lomba Inovasi Karya Guru) melalui inovasi pembelajaran bertajuk G.R.E.E.N. L.A.B.S (Growing Responsible Eco-Education through Experimental Nature Learning and Authentic Broadcasting System).

Penghargaan yang diselenggarakan oleh Astra Indonesia berkolaborasi dengan Ruang Guru tersebut diumumkan pada Puncak Apresiasi Linkar 2026, Kamis (23/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

Prestasi tersebut menjadi apresiasi atas inovasi pembelajaran yang tidak hanya berdampak bagi peserta didik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Bagi guru yang akrab disapa Teacher Fiya, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan penguat keyakinan bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan selalu berawal dari ruang kelas.

“Guru tidak bisa berjalan sendiri. Ketika guru saling belajar, siswa diberi ruang untuk berkarya, orang tua ikut mendampingi, dan masyarakat mengapresiasi prosesnya, di situlah pendidikan benar-benar hidup,” ungkapnya.

Berangkat dari gagasan tersebut, G.R.E.E.N. L.A.B.S dikembangkan bukan sekadar sebagai model pembelajaran, tetapi menjadi sebuah ekosistem kolaboratif yang menghubungkan guru, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam satu siklus belajar yang berkelanjutan.

Perjalanan inovasi dimulai melalui Teacher Laboratory Conference (TLC) yang dikemas dalam bentuk lesson study.

Melalui komunitas tersebut, para guru bersama-sama menyusun perangkat ajar, merancang pembelajaran, berbagi praktik baik, melakukan refleksi, hingga mengevaluasi hasil pembelajaran.

Budaya kolaborasi itu melahirkan berbagai inovasi yang terus berkembang sesuai kebutuhan peserta didik.

Hasil kolaborasi guru kemudian diterapkan dalam pembelajaran berbasis proyek menggunakan pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Social) serta Design Thinking.

Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi didorong menjadi penemu solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Siswa diajak mengamati masalah, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, melakukan eksperimen, menghasilkan karya, hingga merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilalui.

Salah satu implementasi inovasi tersebut adalah STEAMS Aqua Farming, yaitu proyek pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika melalui pengembangan sistem akuaponik sederhana.

Melalui proyek tersebut, siswa belajar tentang ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

SMPM 5 Pucang SBY

Pembelajaran dalam G.R.E.E.N. L.A.B.S tidak berhenti setelah proyek selesai.

Sebagai bentuk penguatan kemitraan antara sekolah dan keluarga, SD Muhammadiyah Manyar menghadirkan Student Laboratory Conference (SLC).

Pada kegiatan tersebut, siswa mempresentasikan proses belajar, tantangan yang dihadapi, hingga solusi yang berhasil mereka ciptakan secara langsung di hadapan orang tua.

Melalui cara itu, orang tua memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan kompetensi dan karakter anak, bukan hanya berdasarkan nilai rapor.

Kolaborasi juga diperluas melalui STEM Exhibition yang digelar di Gressmall.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai produk, prototipe, eksperimen, dan solusi hasil karya siswa dipamerkan kepada masyarakat, sekolah lain, praktisi pendidikan, serta para orang tua.

Teacher Fiya menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi kekuatan utama inovasi yang dikembangkannya.

“Inovasi pendidikan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika menjadi gerakan bersama. Guru bertumbuh melalui kolaborasi, siswa berkembang melalui pengalaman nyata, orang tua menjadi mitra belajar, dan masyarakat ikut mengapresiasi proses pendidikan. Itulah semangat yang ingin kami bangun melalui G.R.E.E.N. L.A.B.S,” tuturnya.

Raihan Juara 1 Linkar 2026 sekaligus menjadi bukti komitmen SD Muhammadiyah Manyar dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.

Sekolah terus memberikan ruang kepada guru untuk bereksperimen, berbagi praktik baik, serta mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan abad ke-21 tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui siklus Teacher Laboratory Conference (TLC), Project-Based Learning, Student Laboratory Conference (SLC), dan STEM Exhibition, G.R.E.E.N. L.A.B.S menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membangun budaya belajar bersama.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi terbaik lahir dari guru yang terus belajar, sekolah yang mendukung kolaborasi, keluarga yang terlibat, serta masyarakat yang menghargai proses pendidikan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 25/07/2026 11:22
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu