Guru-guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 36 Perumahan Pongangan Indah berpartisipasi dalam webinar bertajuk “Cerdas AI dan PID (Papan Interaktif Digital)” yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Gresik, Kamis (2/7/2026).
Webinar yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PGRI Gresik tersebut diikuti secara antusias oleh ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menjadi sarana bagi para pendidik untuk meningkatkan literasi teknologi dan beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).
Acara dipandu oleh Hamim Fitriyanto sebagai pembawa acara yang mampu menciptakan suasana hangat dan interaktif sejak awal hingga akhir kegiatan.
Webinar secara resmi dibuka oleh Ketua PGRI Kabupaten Gresik, Beri Avita Prasetya, S.Pd., M.Pd..
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya guru memahami dan memanfaatkan teknologi AI sebagai bagian dari pembelajaran mendalam (deep learning). Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang melampaui target penyelenggara.
Menurutnya, panitia semula memperkirakan peserta berjumlah sekitar 300 guru. Namun, hingga pelaksanaan berlangsung, jumlah peserta mencapai lebih dari 500 guru.
Ia menambahkan bahwa teknologi AI merupakan alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan kreativitas dalam proses pembelajaran.
“Teknologi AI menjadi alat bantu yang kuat untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas dalam mengajar. PGRI Power Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi digital ini. Meskipun sekarang waktunya liburan, guru tetap harus meng-upgrade diri melalui webinar,” ujarnya.
Webinar menghadirkan dua narasumber, yakni Yulia Astuti, S.Si. dan Fitrotis Sa’adah, S.Pd..
Keduanya memaparkan berbagai pemanfaatan AI dan Papan Interaktif Digital dalam mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Yulia Astuti menjelaskan bahwa meskipun AI memiliki banyak manfaat dalam dunia pendidikan, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan peran guru.
Menurutnya, AI tidak memiliki empati, kecerdasan emosional, maupun kasih sayang yang menjadi kekuatan utama seorang pendidik.
AI, lanjutnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu guru menyusun perangkat pembelajaran, membuat soal, hingga merancang media pembelajaran yang lebih menarik. Dengan demikian, guru memiliki lebih banyak waktu untuk fokus mendampingi dan membimbing peserta didik.
Keikutsertaan guru TK Aisyiyah 36 PPI bersama ratusan guru PAUD se-Kabupaten Gresik menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi digital di tengah perkembangan teknologi pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Gresik semakin maju, kreatif, menyenangkan, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.





0 Tanggapan
Empty Comments