Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap umat mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan Kurban yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah Babat pada hari tasyrik ketiga, 13 Dzulhijah 1447 Hijriah atau Sabtu (30/5/2026).
Pelaksanaan Kurban tahun ini berlangsung lancar dengan melibatkan puluhan panitia dari berbagai unsur masyarakat. Menariknya, panitia sengaja memilih hari tasyrik ketiga sebagai waktu penyembelihan agar tidak berbenturan dengan kegiatan Kurban di masjid dan musala lain.
Ketua Panitia Kurban, Fawwaz, menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang.
“Panitia sengaja memilih hari yang ketiga hari Tasyrik, karena hari itu banyak yang ikut menjadi panitia penyembelihan kurban di masjid dan mushola yang lain. Di samping itu, menghindari penyembelihan yang bersamaan, sehingga hari ini menjadi keputusan yang sudah bulat,” jelas Fawwaz.
Proses penyembelihan hewan Kurban berjalan lancar berkat dukungan jagal profesional dan para relawan yang bekerja secara terkoordinasi.
Setelah penyembelihan selesai, proses pemotongan daging dan tulang dilanjutkan oleh panitia yang telah dibagi sesuai tugas masing-masing. Kaum ibu bertugas memilah dan mengelompokkan daging, sementara beberapa panitia laki-laki menangani pemotongan tulang dan distribusi.
Panitia juga telah membentuk kelompok distribusi sehingga proses pembagian berjalan lebih tertata.
Tahun ini, sekitar 250 bungkus daging Kurban berhasil disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Selain menerima bagian daging, para peserta Kurban juga memperoleh bagian pilihan seperti lidah, hati, kikil, babat, lulur, iga, dan tulang.
Suasana kebersamaan sangat terasa sepanjang pelaksanaan kegiatan.
Ibu Rina dan Ibu Sumarlik mengaku senang dapat bekerja bersama dalam kegiatan penyembelihan Kurban tahun ini.
“Sangat gembira guyub rukun bekerja dengan teman-teman dalam acara penyembelihan kurban,” ungkap keduanya.
Hal serupa disampaikan Ibu Farida yang bertugas membantu proses pemilahan daging.
“Sangat senang membantu dalam memilah dan memilih daging atau tulang yang akan dibungkus,” katanya.
Sementara itu, Imam Syaukani dan Okky yang bertugas memotong tulang menggunakan mesin mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam proses tersebut.
“Memotong tulang memakai mesin harus cermat agar efisien waktu. Memotong tulang ini perlu konsentrasi, jika tidak gergaji kecil dalam mesin itu bisa putus,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Babat, H. Arif Rahman Saidi, yang juga berdomisili di wilayah PRM Babat, mengaku terharu melihat semangat generasi muda yang menjadi motor penggerak kegiatan tahun ini.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak muda dalam kepanitiaan merupakan bentuk pengkaderan yang berlangsung secara alami.
“Saya merasa senang dan haru, sebab panitia ditangani anak-anak muda yang bekerja dengan lebih cepat dan trengginas, semoga merupakan bentuk pengkaderan yang alami,” ujarnya.
Ketua PRM Babat Tengah, Zaenuddin, mengungkapkan bahwa jumlah hewan Kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu terkumpul dua ekor sapi dan dua ekor kambing, tahun ini meningkat menjadi tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing.
“Sebagai ketua, saya merasa bersyukur dapat mendistribusikan daging kurban lebih banyak dibanding dengan tahun lalu,” katanya.
Ia berharap semangat berkurban warga Muhammadiyah terus meningkat sehingga jumlah hewan Kurban yang terkumpul pada tahun mendatang dapat bertambah lagi dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments