Program magang guru Si Metal TerPAUD yang diikuti guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 36 PPI memasuki hari ketiga pada Selasa (7/7/2026). Pada agenda kali ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai deteksi dini tumbuh kembang anak hingga penyusunan program pembelajaran yang inklusif di kelas.
Kegiatan tersebut mengombinasikan materi kesehatan dan pedagogis guna memperkuat kompetensi guru PAUD dalam mendampingi tumbuh kembang anak pada masa usia emas.
Sesi pertama menghadirkan Dr. Ardhito dari RS Grha Husada yang membawakan materi Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak.
Dalam pemaparannya, Dr. Ardhito menjelaskan bahwa anak yang kurang memperoleh stimulasi dan intervensi sejak dini berisiko mengalami keterlambatan bicara (speech delay).
“Kondisi speech delay yang tidak ditangani dengan baik berpotensi membuat anak rentan menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan sosialnya. Di sinilah peran penting guru dan orang tua untuk peka,” ujar Dr. Ardhito.
Ia menjelaskan, terdapat empat aspek utama yang perlu dipantau dalam proses tumbuh kembang anak, yaitu perilaku (sosial dan kemandirian), kemampuan wicara dan bahasa, motorik halus, serta motorik kasar.
Dr. Ardhito menekankan pentingnya melakukan deteksi sejak usia dini karena otak anak pada masa golden age masih memiliki tingkat kelenturan (neuroplasticity) yang tinggi.
Kondisi tersebut membuat berbagai bentuk stimulasi maupun terapi lebih mudah diterima sehingga hasilnya lebih optimal dibandingkan jika dilakukan pada usia yang lebih lanjut.
Selain menjelaskan konsep dasar tumbuh kembang, peserta juga diperkenalkan berbagai jenis terapi yang dapat diberikan sesuai hambatan perkembangan yang dialami anak.
Sebagai bagian dari pembekalan, peserta dikenalkan dua instrumen skrining tumbuh kembang yang telah digunakan secara luas, yaitu Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan Denver II.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti pembekalan mengenai matriks pembelajaran dan penyusunan program kelas.
Materi tersebut bertujuan membantu guru mengintegrasikan hasil deteksi dini tumbuh kembang ke dalam perencanaan pembelajaran yang lebih terarah, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Melalui kombinasi materi kesehatan dan manajemen pembelajaran tersebut, program Si Metal TerPAUD diharapkan mampu melahirkan guru PAUD yang tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga memiliki kepekaan dalam mendeteksi serta mengawal tumbuh kembang anak secara optimal.





0 Tanggapan
Empty Comments