Meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui kualitas pelayanan yang diberikan kepada peserta didik dan orang tua. Atas dasar itu, SD Muhammadiyah 8 Tulangan (Muhdelta) menyelenggarakan Workshop Service Excellence bertema Membangun Budaya Pelayanan Prima di Lingkungan Sekolah di Aula Sekolah Hebat Muhdelta pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, ramah, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan orang tua.
Workshop menghadirkan Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Tulangan, Titien Hardiana, S.Pd., M.Pd., sebagai pemateri. Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 8 Tulangan, Muhammad Saifudin Zuhri, M.Pd., Gr., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
“Pelayanan prima bukan hanya menjadi tanggung jawab guru saat mengajar, tetapi juga menjadi budaya yang harus diwujudkan oleh seluruh warga sekolah dalam setiap bentuk pelayanan kepada peserta didik maupun orang tua,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelayanan yang baik tidak hanya tercermin melalui kemampuan mengajar, tetapi juga melalui sikap santun, komunikasi yang efektif, kepedulian, tanggung jawab, serta kemampuan memberikan solusi terhadap berbagai kebutuhan peserta didik maupun orang tua.
Selama workshop, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar service excellence, pentingnya membangun budaya melayani, komunikasi yang efektif, etika pelayanan, penguatan kerja sama tim, serta strategi menciptakan pengalaman positif bagi seluruh warga sekolah.
Dalam paparannya, Titien Hardiana menekankan bahwa pelayanan prima bukan sekadar keterampilan individu, melainkan budaya kerja yang perlu diterapkan secara konsisten oleh seluruh unsur sekolah.
Menurutnya, pelayanan yang baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, serta simulasi pelayanan yang menggambarkan berbagai situasi nyata di lingkungan sekolah. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias.
Berbagai pengalaman peserta dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik maupun wali murid menjadi bahan diskusi bersama. Melalui forum tersebut, peserta saling berbagi solusi serta praktik baik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di sekolah.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong seluruh guru dan tenaga kependidikan mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan prima dalam pekerjaan sehari-hari. Budaya melayani dengan sepenuh hati, memberikan respons yang cepat, menjaga komunikasi yang baik, serta mengedepankan sikap profesional menjadi komitmen yang terus dibangun di lingkungan SD Muhammadiyah 8 Tulangan.
Dengan adanya kesamaan visi dan semangat kolaborasi, seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
Workshop Service Excellence menjadi salah satu langkah SD Muhammadiyah 8 Tulangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Melalui tema Membangun Budaya Pelayanan Prima di Lingkungan Sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan sehingga seluruh warga sekolah mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Muhammad Saifudin Zuhri menambahkan bahwa sinergi antara guru, tenaga kependidikan, pimpinan sekolah, dan seluruh warga sekolah menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments