Siapa bilang pelatihan kader itu identik dengan duduk diam mendengarkan materi sampai bosan?
Selama dua hari, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026), Pimpinan Ranting IPM Krian membuktikan sebaliknya lewat Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati (PKDTM) 1.
Peserta dari berbagai pimpinan ranting, termasuk Porong, Tanggulangin, PR IPM SMK Pemuda Krian, dan PR IPM SMP Meka, sama sama merasakan bagaimana rasanya belajar sambil ketawa.
Bahkan ada insiden dadakan pada agenda bakar bakar tengah malam yang sukses membuat semua orang kebagian peran tak terduga.
Materi Padat, Semangat Tak Kendor
Begitu registrasi usai, acara dibuka resmi pukul 13.00 WIB lengkap dengan pembacaan ayat suci, lagu Indonesia Raya, Sang Surya, sampai Mars IPM.
Setelah kontrak belajar dan sholat Ashar, peserta memasuki sesi maraton materi. Kendati demikian, sesi ini tak membuat mereka bosan lantaran topiknya yang berbeda-beda.
Amam Fahrur membuka dengan materi Kemuhammadiyahan, mengulik ideologi Muhammadiyah dari akar teologisnya yang bersumber langsung dari Al Qur’an.
Lanjut ke sesi Networking bersama Dimas Reza Aristiawan, yang menekankan bahwa relasi kuat itu dibangun dari tiga hal: kenal, percaya, lalu kolaborasi. Ditambah kebiasaan mendengarkan aktif yang sering dianggap sepele padahal krusial.
Selesai Ishoma yang cukup panjang, giliran Robby Ilham Imaniar membawakan Problem Solving lewat metode Problem Tree Analysis dan lima langkah strategi penyelesaian masalah.
Materi malam ditutup Aditya Yanuar Irfandi lewat sesi KeIPMan, mengajak peserta mengenal lebih dalam identitas dan arah gerak organisasi.
Tengah Malam, Kompor Menyala, Drama Dimulai
Jam belum genap pukul 21.00 WIB ketika materi terakhir usai, namun malam itu jelas belum selesai.
Empat panitia, Rega, Fial, Shovi, dan Gita, langsung tancap gas untuk belanja bahan bakar bakar.
Begitu bahan lengkap, panitia dan peserta berkumpul menjadi satu untuk mengikuti bakar-bakar bersama.
Keseruan malam itu tak memberikan ruang bagi peserta untuk merasa ngantuk usai dihantam materi sejak siang. Peserta yang sebelumnya duduk manis dengerin materi, tiba tiba jadi ramai heboh di sekitar api.
Beberapa panitia baru bisa bergabung belakangan karena masih menyelesaikan tugasnya masing masing.
Momen paling ikonik malam itu jelas milik Rega dan Fial. Mendapat tugas motong dan nyiapin bahan, mereka malah keasyikan ngobrol sembari menusuk-nusuk bahan ke tusukan sate, hingga lupa menyisihkan bagian untuk mereka sendiri.
Begitu proses bakar selesai dan semua bahan udah dibagi, yang tersisa hanya kompor tanpa alat panggangan. Tanpa berpikir dua kali, mereka nekat membakar langsung di atas kompor.
Hasilnya? Tentu sangat beragam. Ada yang polosan tanpa bumbu, ada yang sekadar disiram kecap, ada yang gosong total, bahkan ada yang memilih tidak perlu dibakar sama sekali karena bahannya udah matang lewat proses kukus.
Malam itu ditutup dengan tawa, bukan kekecewaan, sebelum semuanya kembali istirahat buat hari kedua.
Subuh Belum Lewat, Senam Sudah Gaspol
Hari Minggu dimulai seperti biasa dengan sholat Subuh. Tapi begitu selesai, peserta dan panitia langsung senam pagi, padahal matahari belum sepenuhnya muncul.
Sesi ini dipandu Dani, Rega, dan Fial, dibantu Aqila yang ikut serta mengarahkan gerakan, sementara tim dokumentasi sibuk mengabadikan setiap momennya.
Deretan lagu senam yang sedang hits diputar bergantian, membuat semangat peserta pecah di titik paling tinggi pagi itu.
Selesai senam, peserta mendapat waktu beres-beres, mandi, sarapan, sekaligus packing barang. Supaya begitu materi terakhir dan penutupan kelar, mereka bisa langsung pulang tanpa perlu mengemasi barang kembali.





0 Tanggapan
Empty Comments