Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wringinanom Gresik menggelar Pengajian Umum sekaligus groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan SMP Muhammadiyah berbasis ekologi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi PCM Wringinanom dalam mewujudkan cita-cita menghadirkan lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keislaman. Namun juga memiliki kepedulian kuat terhadap lingkungan,
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan wakof Muhammadiyah pada sabtu malam (12/9/2026).
Hadir sebagai penceramah utama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Khairul Abduh MSi.
Al-Qur’an itu Aplikatif
Dalam tausiyahnya, Abduh memberikan apresiasi yang luar biasa kepada PCM Wringinanom dan seluruh panitia yang telah berani memulai pembangunan sekolah meskipun hingga saat ini masih memiliki modal yang belum memadai.
Menurutnya, setiap kebaikan harus terlebih dahulu dicita-citakan dan diperjuangkan. Ia mengingatkan bahwa sebuah cita-cita mulia tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan sumber daya.
“Setiap kebaikan itu harus dicita-citakan. Jangan karena belum punya modal kemudian kita tidak berani memulai. Kalau cita-cita itu baik, insyaallah akan ada jalan untuk mewujudkannya” pesan Abduh.
Ia kemudian mengangkat teologi Al-Ma’un yang menjadi salah satu spirit penting dalam gerakan Muhammadiyah.
Menurutnya, KH Ahmad Dahlan tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an sebagai bacaan, tetapi juga mengajarkan bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Al-Qur’an itu aplikatif. Al-Qur’an harus selalu diaplikasikan dalam segala bentuk tindakan kita” ujarnya.
Semangat Al-Ma’un, lanjut Abduh, mengajarkan umat Islam untuk menerjemahkan nilai-nilai agama dalam bentuk amal nyata, kepedulian sosial, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Karena itu, pembangunan sekolah Muhammadiyah harus menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas.
Ia juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk kompak dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Terlebih, SMP Muhammadiyah yang akan dibangun PCM Wringinanom memiliki konsep sekolah berbasis ekologi, yang diharapkan dapat menjadi pelopor pendidikan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Sekolah ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pelopor sekolah yang peduli lingkungan” ungkapnya.
Menghindari 3K
Dalam kesempatan tersebut, Abduh juga menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Prof Abdul Mu’ti mengenai pentingnya menghindari “3 K”, yakni konflik, koruptif, dan kolot.
Tiga hal tersebut dinilai dapat menjadi penghambat bahkan penghancur sebuah gerakan dan cita-cita yang baik.
Pertama, menghindari konflik. Abduh mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dengan berpedoman pada firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 103.
“Wa’tashimu bihablillahi jami’an wala tafarraqu”, yang bermakna berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali agama Allah dan janganlah bercerai-berai.
Menurutnya, konflik sering kali muncul karena persoalan komunikasi. Terlalu banyak berbicara, menambahkan perkataan yang tidak perlu, atau menyampaikan sesuatu yang seharusnya tidak disampaikan dapat memicu kesalahpahaman.
Kedua, menghindari sikap koruptif, yaitu mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya. Ia mengingatkan bahwa integritas harus menjadi fondasi dalam setiap perjuangan, termasuk dalam mengelola lembaga pendidikan dan organisasi.
Abduh mengisahkan peristiwa Perang Khaibar, ketika Rasulullah SAW tidak berkenan menshalatkan seorang sahabat yang diketahui mengambil barang yang bukan haknya.
Kisah tersebut, menurutnya, menunjukkan betapa seriusnya Islam memandang persoalan amanah dan mengambil sesuatu yang bukan hak.
Ketiga, menghindari sikap kolot. Yang dimaksud bukan sekadar mempertahankan tradisi, melainkan sikap tidak mau berubah, merasa paling benar, sombong, dan tidak bersedia menerima nasihat.
Sikap seperti itu, kata Abduh, justru dapat menghancurkan kebaikan dan cita-cita yang sedang dibangun.
“Kalau kita tidak mau berubah, tidak mau menerima nasihat, dan merasa paling benar, maka cita-cita yang mulia sekalipun bisa hancur” tegasnya.
Komitmen Bentuk Sekolah Ekologis
Sebelum tausiyah, kegiatan tersebut diisi sejumlah sambutan. Ketua PCM Wringinanom, Ustadz Arokhman, menyampaikan sambutan mengenai ikhtiar dan komitmen PCM dalam mewujudkan pembangunan sekolah Muhammadiyah tersebut.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Ustadz Ainul Muttaqin MPd.
Ia memberikan dukungan terhadap langkah PCM Wringinanom dalam mengembangkan amal usaha pendidikan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, mitra founder Ecoton, Prigi Arisandi MSi juga turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan keinginan dan komitmennya untuk ikut mewujudkan berdirinya sekolah ekologis di Wringinanom.
Groundbreaking pembangunan SMP Muhammadiyah 16 Wringinanom berbasis ekologi tersebut menjadi awal dari sebuah ikhtiar besar.
Dengan semangat Al-Ma’un, kolaborasi berbagai pihak, serta komitmen menjaga persatuan dan amanah, PCM Wringinanom berharap sekolah tersebut nantinya tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara akademik dan kuat secara keislaman.
Namun juga generasi yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pembangunan sekolah ini sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan modal bukan alasan untuk menghentikan cita-cita. Namun dengan kerjasama semua berbagai fihak sekolah ini akan berdiri dengan megah.
Dengan kebersamaan, gotong royong, dan keyakinan terhadap nilai kebaikan, cita-cita menghadirkan pendidikan Muhammadiyah berbasis ekologi di Wringinanom diharapkan dapat benar-benar terwujud.





0 Tanggapan
Empty Comments