Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hari Perempuan Internasional: Refleksi untuk Ipmawati

Iklan Landscape Smamda
Hari Perempuan Internasional: Refleksi untuk Ipmawati
Hari Perempuan Internasional; Refleksi untuk Ipmawati (Istimewa/PWMU.CO)

Oleh: Zaada Qonita Shabira

PWMU.CO – Hari ini, 8 Maret 2025, diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Mengutip laman UN Women, Hari Perempuan Internasional merupakan momen refleksi atas perjuangan kaum perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan hak dan kesempatan di berbagai bidang kehidupan. Setiap tahunnya, PBB menetapkan tema khusus untuk memperingati hari ini. Tahun 2025, tema yang diangkat adalah “For ALL women and girls: Rights, Equality, Empowerment” atau “Untuk SEMUA perempuan dan anak perempuan: Hak, Kesetaraan, Pemberdayaan.” Tema ini mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk bersama-sama mewujudkan hak, kesetaraan, dan kesempatan yang sama bagi semua.

Namun, realitas di lapangan masih menunjukkan banyak ketidaksetaraan. Berbagai kasus yang menimpa perempuan terus bertambah setiap harinya. Oleh karena itu, bagi kita yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), khususnya di bidang Ipmawati, peringatan ini bukan sekadar momen seremonial, tetapi juga refleksi atas peran kita sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan perempuan dalam Islam dan masyarakat.

Sebagai kader IPM, kita berpegang teguh pada ayat yang menjadi dasar perjuangan organisasi ini, yaitu QS. al-Qalam ayat 1: “Nuun Walqalami Wamaa Yasturuun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.” (QS. al-Qalam: 1). Ayat ini mengajarkan bahwa ilmu dan tulisan adalah alat utama dalam membangun peradaban. Sebagai perempuan muda di IPM, kita tidak boleh hanya berdiam diri. Kita harus aktif menyebarkan pemikiran, menulis gagasan, dan menjadi agen perubahan. Perjuangan perempuan tidak hanya melalui aksi, tetapi juga melalui ilmu, tulisan, dan dakwah yang mencerahkan.

Dalam IPM, khususnya di ranah Ipmawati, kita sering membahas peran perempuan dalam pendidikan, dakwah, dan kepemimpinan. Struktur kekuasaan perlu diubah dengan memastikan perempuan memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan. Penting untuk memberi ruang bagi perempuan dan anak perempuan muda untuk memimpin dan berinovasi. Sayangnya, masih banyak tantangan yang dihadapi, baik di dalam organisasi maupun di masyarakat luas. Sering kali perempuan masih dianggap kurang cocok berada di garis depan atau memimpin perubahan. Padahal, sejarah Islam mencatat banyak figur perempuan hebat seperti Siti Khadijah, seorang perempuan mandiri yang mendukung perjuangan Rasulullah; Aisyah, sosok cerdas yang berperan dalam keilmuan; hingga Nyai Walidah, pejuang di bidang pendidikan dan sosial.

SMPM 5 Pucang SBY

Sebagai Ipmawati, ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali perjuangan kita. Apakah kita sudah cukup percaya diri dalam mengemban amanah? Apakah kita masih terjebak dalam stereotip bahwa perempuan hanya sebagai pelengkap? Ataukah kita sudah berani melangkah untuk menjadi penggerak perubahan di lingkungan kita? Sebagai bagian dari IPM, kita harus berani mengambil peran aktif, mengasah intelektualitas, dan memperkuat karakter agar menjadi kader yang benar-benar beriman, berilmu, dan beramal, sesuai dengan nilai-nilai yang kita gaungkan dalam gerakan ini.

Lebih dari sekadar memperingati, Hari Perempuan Internasional seharusnya menjadi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk terus berkembang, belajar, dan berkontribusi. Mari jadikan bidang Ipmawati bukan sekadar wadah, tetapi ruang bagi perempuan muda untuk bergerak, berdakwah, dan memimpin. Kita harus menyadari bahwa kesetaraan dan kemajuan bukan hanya hak, tetapi juga amanah yang harus kita emban dengan penuh kesadaran. (*)

Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡