Dalam upaya meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan sekaligus mengenalkan teknologi terapan kepada masyarakat, mahasiswa KKN Kolaborasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) merancang inovasi Smart Trash Bin atau tempat sampah otomatis berbasis arduino.
Sosialisasi dan demonstrasi alat yang menjadi bagian dari Program Kerja (Proker) Tematik ini diselenggarakan pada Selasa (8/9/2026) pukul 19.00 WIB di Posko KKN I.D.1, Dusun Sumberejeki, Desa Sumberasri, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, karang taruna serta warga setempat.
Inovasi ini dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat membuang sampah secara higienis tanpa perlu menyentuh wadah atau penutup tempat sampah secara langsung.
Dalam pemaparannya, Regiana Hermawan selaku pemateri memaparkan lima komponen utama yang membentuk sistem Smart Trash Bin ini:
1. Mikrokontroler (Arduino Nano): Bertindak sebagai “otak” sistem yang memproses input data dan mengontrol seluruh gerakan alat.
2. Sensor Ultrasonik (HC-SR04): Mampu mendeteksi jarak objek dengan memancarkan dan menerima kembali gelombang suara.
3. Motor Servo: Penggerak mekanis yang menarik kawat untuk membuka dan menutup penutup tempat sampah.
4. Expansion Board: Mempermudah dan merapikan jalur koneksi kabel antar-komponen.
5. DC-to-DC Step Down Converter: Menurunkan tegangan power supply dari 9V 2A menjadi 5V agar aman dan sesuai toleransi daya motor servo.
”Prinsip kerjanya sederhana. Ketika sensor mendeteksi tangan atau benda mendekat pada jarak kurang dari 15 cm, motor servo akan membuka penutup tempat sampah secara otomatis. Kami juga memberikan penyesuaian timer agar alat tidak merespons secara acak akibat lalu lalang orang di sekitarnya,” jelas Regiana Hermawan saat mempraktikkan alat di hadapan warga.
Mendengar penjelasan tersebut, para peserta sosialisasi tampak antusias menyimak demonstrasi pengujian responsifitas alat yang diperagakan secara langsung di lokasi acara.
Diskusi Interaktif
Sesi paparan berlanjut ke diskusi interaktif saat Sigit selaku Kepala Dusun Sumberejeki menyampaikan ketertarikannya terhadap aspek biaya pembuatan alat tersebut.
”Kira-kira untuk pembuatan Smart Trash Bin ini membutuhkan estimasi biaya berapa, Mas?” tanya Sigit dalam sesi tanya jawab.
Menjawab pertanyaan dari Kepala Dusun Sumberejeki, Regiana Hermawan merincikan bahwa estimasi pembuatan alat ini tergolong sangat efisien dan terjangkau.
”Untuk komponen elektronikanya sendiri berkisar Rp. 200.000, sedangkan untuk pengadaan empat unit wadah tempat sampahnya menghabiskan biaya sekitar Rp. 400.000. Jadi total keseluruhan untuk pembuatan sistem Smart Trash Bin ini berkisar di angka Rp. 600.000-an,” Jelas Regiana Hermawan.
Selain efisien secara finansial, Regiana Hermawan juga menambahkan bahwa sistem ini sangat fleksibel untuk disesuaikan (customizable). Dasar pemrogramannya dapat diaplikasikan untuk berbagai inovasi teknologi tepat guna lainnya, seperti alat pemantau pH dan NPK tanah, sistem penyiraman otomatis, hingga pemantauan lampu rumah berbasis waktu (timer).
Dalam sesi diskusi mengenai keberlanjutan program, warga serta perangkat desa turut menanyakan keberadaan serta rencana lokasi penempatan unit tempat sampah otomatis tersebut.
”Untuk unit Smart Trash Bin yang sudah jadi ini, rencananya akan diletakkan dan diserahterimakan di mana saja, Mas?” tanya salah satu perwakilan warga di lokasi acara.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Regiana Hermawan menjelaskan bahwa penempatan alat disesuaikan dengan titik fasilitas umum yang sering diakses warga agar manfaat higienitasnya dirasakan secara optimal.
”Sebagai bentuk kontribusi nyata dari program KKN tematik ini, sebanyak dua unit Smart Trash Bin akan kami serahterimakan dan diletakkan di dua lokasi publik strategis, yakni di Balai Desa Sumberasri dan kawasan Masjid Agung setempat,” jawab Regiana Hermawan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Regiana Hermawan beserta tim KKN Kolaborasi UAD dan Unmuh Jember berharap dapat memotivasi generasi muda Karang Taruna serta masyarakat Dusun Sumberejeki untuk mulai mempelajari komponen robotika sederhana dan mengembangkan teknologi terapan di desa mereka. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments