SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) menggelar Road to Teacher Innovation Forum (TIF) 2026: Lesson Design Clinic di Aula Lantai 6 Gedung Baru SD Muhammadiyah 1&2 Taman, Rabu (9/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Teacher Innovation Forum (TIF) 2026, sekaligus tindak lanjut program Hari Belajar Guru (HBG) yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Hadir sebagai narasumber Dr. Nur Fauziyah, M.Pd., Divisi Pemberdayaan Sekolah ALSI sekaligus Sekretaris ALS PTMA, dan Ria Pusvita Sari, M.Pd.
Dalam kegiatan ini, para guru tidak hanya menerima penguatan materi. Mereka juga mempresentasikan rancangan pembelajaran (lesson design) yang telah disusun dan dikembangkan melalui kegiatan HBG.
Presentasikan Lesson Design
Koordinator Kurikulum SD Muhammadiyah 1&2 Taman Dewoto Kusumo, M.Pd., menjelaskan bahwa Lesson Design Clinic merupakan tahapan lanjutan dari proses belajar guru dalam program HBG.
“Hari ini adalah presentasi lesson design dari berbagai kelompok HGB, mulai dari Matematika, PJOK, AIK, Pengembangan Diri, Bahasa Inggris, hingga guru kelas 1 sampai kelas 6,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rancangan pembelajaran yang telah disusun perlu dipresentasikan dan didiskusikan agar guru memperoleh masukan dari narasumber maupun rekan sejawat.
“Jadi tidak berhenti pada membuat lesson design. Ada proses presentasi, mendapatkan masukan, kemudian diperbaiki agar lebih siap digunakan dalam pembelajaran,” tambahnya.
Dalam sesi presentasi, guru memaparkan rancangan pembelajaran yang telah dikembangkan. Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan materi yang akan diajarkan, tetapi juga mencakup tujuan pembelajaran, aktivitas peserta didik, strategi pembelajaran, hingga asesmen.
Guru juga diajak melihat apakah setiap bagian dalam rancangan tersebut sudah saling berkaitan. Dengan demikian, aktivitas yang dirancang tidak sekadar membuat siswa sibuk, tetapi memiliki tujuan yang jelas dan mendukung tercapainya kompetensi yang diharapkan.
Berawal dari Hari Belajar Guru
Kegiatan Lesson Design Clinic merupakan bagian dari rangkaian proses yang telah dimulai melalui Hari Belajar Guru (HBG).
Melalui HBG, guru mendapatkan penguatan mengenai lesson study. Selanjutnya, guru bekerja secara kolaboratif untuk menyusun lesson design sesuai bidang pembelajaran dan fase masing-masing.
Rancangan tersebut kemudian dipresentasikan dalam Lesson Design Clinic untuk mendapatkan telaah dan masukan. Proses ini memberi kesempatan kepada guru untuk melihat kembali rancangan yang telah dibuat sebelum diterapkan di kelas.
Salah satu peserta dari HGB Bahasa Inggris, Meysha Dwi Kurniadiansyah,S.Pd mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Seusai presentasi, saya mendapatkan pengetahuan baru terkait proses belajar mengajar, terutama tentang jumping learning yang tidak selalu harus dihadirkan dalam setiap proses pembelajaran,” tuturnya sambil tersenyum.
Menurut Meysha, proses presentasi dan diskusi memberikan sudut pandang baru dalam melihat sebuah rancangan pembelajaran. Masukan yang diterima menjadi bahan untuk memperbaiki rancangan agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Guru Saling Belajar
Lesson Design Clinic menjadi ruang bagi guru untuk saling belajar. Setiap rancangan yang dipresentasikan mendapatkan tanggapan, pertanyaan, maupun masukan.
Proses tersebut membuat guru tidak bekerja sendiri dalam mengembangkan pembelajaran. Mereka dapat bertukar pengalaman dan gagasan sekaligus melihat rancangan pembelajaran dari perspektif yang berbeda.
Dr. Nur Fauziyah, M.Pd. dan Ria Pusvita Sari, M.Pd. turut memberikan penguatan terhadap rancangan yang dipresentasikan para guru. Pembahasan diarahkan agar lesson design yang disusun memiliki keterkaitan antara tujuan pembelajaran, aktivitas peserta didik, strategi yang digunakan, dan asesmen.
Dengan demikian, lesson design tidak hanya menjadi dokumen perencanaan pembelajaran. Rancangan tersebut diharapkan menjadi pijakan guru dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Bagi guru, proses ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran. Apa yang sudah baik dapat dipertahankan, sementara bagian yang masih kurang dapat diperbaiki melalui diskusi bersama.
Menuju Teacher Innovation Forum 2026
Dewoto mengatakan rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan guru SD Muhammadiyah 1&2 Taman menuju Teacher Innovation Forum (TIF) 2026.
Menurutnya, proses menuju forum tersebut sama pentingnya dengan forum itu sendiri. Guru perlu melalui tahapan belajar, menyusun rancangan, mempresentasikan, menerima masukan, dan melakukan perbaikan.
“Yang kita bangun adalah prosesnya. Guru belajar bersama, menyusun, mempresentasikan, mendapatkan masukan, kemudian memperbaiki. Dari proses itulah inovasi pembelajaran diharapkan tumbuh,” ujarnya.
Melalui rangkaian HBG hingga Lesson Design Clinic, SD Muhammadiyah 1&2 Taman berupaya membangun budaya belajar guru yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam tersebut menjadi salah satu langkah SD Muhammadiyah 1&2 Taman dalam mempersiapkan guru menuju Teacher Innovation Forum (TIF) 2026.
Dari rancangan yang dipresentasikan, masukan yang diberikan, dan refleksi yang dilakukan, para guru diharapkan mampu terus mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Bukan hanya menghasilkan lesson design yang baik, tetapi juga membangun kebiasaan guru untuk terus belajar, berdiskusi, dan memperbaiki praktik pembelajaran. Dengan proses tersebut, inovasi diharapkan tidak berhenti pada sebuah forum, tetapi dapat tumbuh dan diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari di kelas. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments