Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Magetan menggelar audiensi dan diskusi bersama anggota Komisi C (Keuangan dan Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi PAN, Dwi Ariyanto S. E., pada Selasa (16/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pelajar dan legislatif dalam membahas berbagai isu yang berkaitan dengan generasi muda, mulai dari pembangunan daerah, pelaksanaan program pemerintah, hingga peran pelajar dalam memberikan kritik dan masukan yang konstruktif terhadap kebijakan publik.
Dalam diskusi tersebut, dibahas pula berbagai program pemerintah yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut dinilai sebagai salah satu upaya yang baik untuk mendukung kualitas generasi muda melalui pemenuhan kebutuhan gizi.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar, perlu turut memastikan bahwa manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima manfaat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Sebagai organisasi pelajar, PD IPM Magetan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang kajian dan diskusi yang mendorong pelajar agar lebih peka terhadap isu-isu publik.
Melalui gerakan literasi, advokasi, dan pengembangan kapasitas pelajar, IPM berupaya membangun generasi yang tidak hanya memahami berbagai persoalan yang ada, tetapi juga mampu memberikan gagasan, solusi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerahnya.
Pada kesempatan tersebut, Dwi Ariyanto menyampaikan bahwa sikap kritis merupakan salah satu karakter penting yang harus dimiliki oleh generasi muda. Namun demikian, sikap tersebut harus tetap dibarengi dengan adab dan nilai-nilai yang menjadi ciri khas kader Muhammadiyah.
“Sebagai anak muda jangan kehilangan kekritisan terhadap program pemerintah. Namun jangan sampai kekritisan itu meninggalkan kepribadian Muhammadiyah. Kritis boleh, tetapi kesantunan harus tetap dijaga,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak pelajar untuk semakin melek terhadap berbagai isu sosial, pendidikan, ekonomi, dan pembangunan. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi sekitar akan melahirkan generasi yang mampu berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan dan menghadirkan perubahan yang positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum PD IPM Magetan, Fathin, menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu agenda pengembangan pelajar di era saat ini.
Menurutnya, pelajar perlu diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan jiwa kemandirian agar mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin dinamis.
“Pelajar harus memiliki keberanian untuk berkembang tidak hanya dalam aspek akademik dan organisasi, tetapi juga dalam aspek ekonomi. Dengan bekal keterampilan, kreativitas, dan inovasi, pelajar dapat menjadi generasi yang mandiri serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Fathin.
Selain membahas berbagai isu strategis, Dwi Ariyanto juga menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap gerakan organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk IPM.
Sebagai kader Muhammadiyah, ia menilai bahwa IPM memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, serta kesadaran sosial pelajar melalui berbagai program pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara pelajar dan para pemangku kebijakan daerah.
Dengan semangat kritis yang santun, berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah, serta didukung kemampuan untuk menghadirkan solusi, pelajar diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan dan mewujudkan kemajuan daerah yang lebih baik.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments