Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan terus memperkuat ekosistem akademiknya melalui kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan jurnal ilmiah.
Langkah strategis ini ditempuh untuk meningkatkan kualitas sekaligus produktivitas publikasi akademik di lingkungan kampus.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) di kampus ISIMU Pacitan tersebut diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan yang terlibat dalam pengembangan jurnal dan riset institusi.
Fokus utama kegiatan adalah membangun sistem pengelolaan jurnal yang profesional, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, ISIMU menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Ari Kartiko, ST, MM dan Dr. Muhammad Husnur Rofiq, M.Pd. Keduanya memaparkan materi komprehensif terkait standar tata kelola jurnal ilmiah, penguatan proses editorial, hingga strategi peningkatan kualitas artikel dan indeksasi jurnal.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada praktik pengelolaan jurnal sesuai standar nasional. Mulai dari penguatan sistem peer review, menjaga konsistensi penerbitan, hingga upaya meningkatkan visibilitas publikasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, M.Pd.I., menegaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator kinerja utama perguruan tinggi. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam upaya meningkatkan daya saing institusi.
“Pengelolaan jurnal yang profesional dan produktivitas publikasi dosen harus berjalan secara simultan. Kegiatan ini kami arahkan untuk membangun sistem yang terukur dan berkelanjutan dalam pengembangan publikasi ilmiah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Drs. Ediyanto, M.Pd.I, MHI. menekankan bahwa penguatan kapasitas tidak hanya berhenti pada aspek teknis semata.
“Konsistensi dan komitmen dalam mengelola jurnal menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas dan kredibilitas publikasi,” katanya.
Menurutnya, tata kelola jurnal yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan mutu artikel ilmiah serta memperkuat kepercayaan publik terhadap jurnal yang dikelola oleh institusi.
“Secara substansial, kegiatan ini membekali peserta dengan pemahaman teknis mengenai alur editorial, standar penilaian artikel berbasis peer review, serta strategi peningkatan indeksasi jurnal pada basis data bereputasi,” jelas Ediyanto.
Tidak hanya itu, peserta juga didorong untuk menyusun langkah tindak lanjut, seperti penguatan tim pengelola jurnal dan peningkatan output publikasi ilmiah dosen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar ISIMU Pacitan dalam membangun ekosistem akademik yang kuat dan berdaya saing.
“Ke depan, kami menargetkan peningkatan kualitas jurnal internal sekaligus pertumbuhan jumlah publikasi ilmiah dosen secara terukur,” tandas Ediyanto.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang studi Islam. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments