Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Adz-Dzariyat 55 : Alarm Spiritual saat Iman “Mengantuk”

Iklan Landscape Smamda
Adz-Dzariyat 55 : Alarm Spiritual saat Iman “Mengantuk”
Adz-Dzariyat 55 : Alarm Spiritual saat Iman “Mengantuk”
Oleh : Dwiki Anggaeni Prasetya Alumni "Akademi Muballigh Muhammadiyah" PDM Tuban

Coba kita bayangkan sedang berkendara di jalan tol panjang dan lurus di tengah malam. Sunyi, AC terasa sejuk, dan musik melankolis sedang diputar di radio. Tanpa sadar, mata mulai mengantuk. Perlahan mobil bergeser ke lajur lain, sampai roda menghantam pembatas jalan yang bergelombang dan bunyinya memekakkan. Membuat kita terkejut, jantung berdetak cepat, dan otomatis sadar untuk kembali mengendalikan setir.

Seringkali hidup berproses seperti itu.

Kita tidak selalu “tersesat” karena ingin berbuat salah. Sering kali kita melenceng karena nyaman, terjebak rutinitas, atau terlena mengejar urusan dunia yang tak pernah selesai. Kita terbuai mesra hingga perlahan menjauh dari tujuan awal penciptaan.

Di sinilah kita butuh sesuatu yang mengejutkan, sebuah “pembatas jalan” spiritual yang membangunkan kita. Sentakan penuh kasih sayang itu tercermin indah dalam Al-Qur’an, Surah Adz-Dzariyat ayat 55:
وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ ۝٥٥
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”

Ayat singkat ini memiliki kekuatan yang dalam. Mengapa Allah memerintahkan kita untuk terus memberi dan menerima peringatan? Jawabannya sederhana namun tajam: “kita manusia, tempatnya salah dan lupa.”

Kita bukan robot yang sekali diprogram akan selalu lurus. Hati kita berubah-ubah, bisa penuh semangat beribadah hari ini, lalu hambar keesokan harinya. Iman bukan batu karang yang statis, melainkan ombak yang pasang-surut. Saat iman surut, ego, ambisi duniawi, dan kelalaian mudah mengambil alih kemudi hidup.

Peringatan di sini bukan celaan atau kebiasaan menggurui. Peringatan ibarat jabat tangan hangat, bisikan lembut yang seolah berkata, “Hei, kamu sudah melenceng, ayo kembali ke jalur.”

Menariknya, Allah menegaskan bahwa peringatan bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Mengapa? Karena hanya hati yang mempunyai benih iman yang akan lapang menerima teguran. Orang beriman tidak cepat tersinggung atau merasa dihina saat diberi nasihat. Mereka melihat peringatan sebagai kasih sayang Allah yang disampaikan melalui orang lain, ibarat sebuah kompas gratis yang menyelamatkan dari penyesalan.

SMPM 5 Pucang SBY

Ayat ini menuntut kita memerankan dua hal sekaligus: menjadi hamba yang mengingatkan dengan tulus dan menjadi hamba yang menerima pengingat dengan lapang dada.

Sebagai hamba yang mengingatkan, kita harus menyampaikan kebaikan dengan cara menyentuh, dengan bahasa yang merangkul, bukan yang membuat orang menjauh. Sebaliknya jika kita sebagai penerima nasihat, kita diajak merendahkan ego, terimalah dengan senyum dan rasa syukur. Karena itu merupakan tanda bahwa Allah masih peduli pada kita.

Surah Adz-Dzariyat ayat 55 pada akhirnya adalah alarm spiritual. Mengingatkan bahwa di dunia kita tak bisa berjalan sendiri. Kita saling membutuhkan nasihat orang lain agar tetap taat dan lurus berada di jalan yang diridhai-Nya.

Mari kita mulai hari ini dengan hati yang lebih terbuka. Jangan pernah bosan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, dan jangan menutup telinga saat peringatan datang. Bisa jadi satu peringatan sederhana hari ini menentukan keselamatan kita kelak di akhirat.

Wallahu a’lamu bisshowaab.

Revisi Oleh:
  • Satria - 30/05/2026 12:41
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu