TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 36 PPI Gresik mendapat kesempatan menjadi salah satu lokasi fokus pelaksanaan Uji Coba Bahan Ajar Digital Interaktif PAUD Tahap 1, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan uji coba ini terhadiri langsung oleh tim dari Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mereka adalah Iwan Setiawan dan Imam Rohadi dari Tim Kerja Pembelajaran dan Penilaian.
Turut hadir mendampingi, perwakilan dari Pimpinan Wilayah serta Pengawas TK Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Kedatangan tim Direktorat PAUD tersebut bertujuan melakukan supervisi dan pendampingan terkait pemanfaatan Perangkat Digital Interaktif (PID) serta video pembelajaran interaktif di tingkat pendidikan anak usia dini.
Bagian 95 Sekolah Model se-Indonesia
Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Iwan Setiawan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada jajaran pimpinan serta para guru TK ABA 36 PPI atas sambutan hangat yang diberikan.
Iwan menjelaskan bahwa lokasi uji coba ini menyasar sekolah-sekolah model yang telah ditetapkan secara nasional.
“Untuk sasaran lokasi uji coba ini adalah sekolah model yang terpilih. Saat ini ada 95 sekolah model yang sudah ditetapkan sebagai perwakilan dari seluruh Indonesia” ujar Iwan.
Ia menambahkan, beberapa wilayah yang menjadi fokus sebaran uji coba ini antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan, hingga Maluku.
Jawab Tantangan dengan Perangkat Digital
Iwan menegaskan bahwa meskipun pengadaan Perangkat Digital Interaktif (PID) ditujukan untuk mendukung sarana pembelajaran di seluruh satuan PAUD, penetapan sekolah model menjadi prioritas utama pemerintah sebagai percontohan (pioneer).
Penggunaan media PID dipandang sangat krusial untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih visual, konkret, dan mengasyikkan bagi anak-anak.
“Dengan perangkat PID ini, pembelajaran jadi lebih interaktif. Kita bisa memvisualisasikan materi yang sulit dipraktikkan secara manual (offline)” terang Iwan.
“Contohnya materi tentang tata surya—kalau tanpa teknologi mungkin agak repot menjelaskannya kepada anak-anak, tapi dengan PID kita bisa mengilustrasikannya secara digital” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Direktorat PAUD berharap satuan pendidikan tidak hanya paham, tetapi juga mampu mengoptimalisasi dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi.
Hal sama juga disampaikan oleh anggota tim Direktorat PAUD lainnya, Imam Rohadi menyoroti pentingnya pembiasaan bagi tenaga pendidik. “Harapan kita adalah membiasakan guru-guru untuk aktif menggunakan media ruang belajar digital ini” tutur Imam.
Dukung Pendekatan Deep Learning
Tindak lanjut dari uji coba ini tidak berhenti pada fase pengenalan alat saja. Direktorat PAUD akan terus memantau perkembangan sekolah model, terutama dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam Kurikulum Nasional berbasis pendekatan Deep Learning.
“Semoga sekolah model ini berkelanjutan menjadi sekolah percontohan di tingkat nasional. Khususnya untuk TK ABA 36 PPI, kami berharap bisa menjadi sekolah unggulan yang mampu mengimbaskan pemahaman dan edukasi ini kepada sekolah-sekolah non-model, baik di Kabupaten Gresik maupun daerah sekitarnya” harap Iwan.
Menutup wawancara, Imam Rohadi berpesan agar bahan ajar yang telah diuji cobakan ini benar-benar dimaksimalkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari di kelas.
Hasil dan masukan dari uji coba di TK ABA 36 PPI ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Direktorat PAUD dalam menyempurnakan media ajar digital agar siap dan layak dikonsumsi oleh publik secara nasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments