Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Suara Padu, Hati Menyatu, Smamda Voice Borong Dua Gold Medal dan Piala Bergilir

Iklan Landscape Smamda
Suara Padu, Hati Menyatu, Smamda Voice Borong Dua Gold Medal dan Piala Bergilir
Smamda Voice tampil dalam Grand Final Edufun Ayumie Supervoice di Grand Atrium Pakuwon Mall Trade Centre Surabaya, Kamis (3/9/2026). (Moh. Ernam/PWMU.CO)
pwmu.co -

Smamda Voice SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo kembali mengukir prestasi. Dua tim paduan suara sekolah tersebut berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Edufun Ayumie Supervoice yang diselenggarakan Jawa Pos.

Grand Final lomba paduan suara yang direkomendasikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut berlangsung di Grand Atrium Pakuwon Mall Trade Centre Surabaya, Kamis dan Sabtu (3 dan 5/9/2026).

Ajang ini diikuti 40 tim pada tahap seleksi daring. Sebanyak 25 tim kemudian lolos dan tampil pada babak Grand Final.

Smamda Voice mengirimkan dua tim. Tim 1 beranggotakan 21 murid putri, sedangkan Tim 2 diperkuat 20 murid putra dan putri. Keduanya sukses meraih Gold Medal.

Tim 1 menjadi peraih nilai Gold tertinggi. Atas capaian tersebut, tim yang seluruh anggotanya putri ini berhak membawa pulang Piala Bergilir.

Selain piala bergilir, masing-masing tim memperoleh sertifikat, piala, dan uang pembinaan.

Prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Smamda Voice menjalani latihan intensif selama satu bulan sejak awal Agustus 2026.

Latihan difokuskan pada pemantapan teknik vokal, membangun kekompakan, hingga menyatukan suara dan hati seluruh anggota.

Pelatih Smamda Voice, Juliarto Joedi Wahjono dan Hurin Mazaya, mendampingi proses latihan. Penampilan kedua tim juga diperkuat Firman Kusumawardani pada piano dan Singgih Widarno dengan perkusi konga.

Di atas panggung, Smamda Voice tampil penuh konsentrasi dan percaya diri. Harmoni suara yang berpadu mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.

“Suara yang berpadu, hati yang menyatu, dan perjuangan yang tidak mengenal lelah akhirnya membuahkan hasil,” ujar Juliarto.

SMPM 5 Pucang SBY

Pada Grand Final, setiap peserta membawakan lagu wajib Jingle Ayumie. Peserta juga bebas memilih lagu Indonesia maupun mancanegara untuk kategori lagu pilihan.

Smamda Voice memilih dua lagu daerah. Tim 1 membawakan Ayam Den Lapeh, sedangkan Tim 2 menyanyikan Sajojo.

Kedua lagu tersebut diaransemen sendiri oleh Juliarto Joedi Wahjono. Pilihan lagu juga menjadi dasar konsep kostum masing-masing tim.

Tim 1 tampil dengan aksesori bernuansa adat Minangkabau. Sementara itu, Tim 2 mengenakan pakaian dan aksesori bernuansa adat Papua.

Menariknya, sebagian besar aksesori tidak dibeli. Anggota Smamda Voice membuat sendiri mahkota, rumbai-rumbai, gelang, dan aksesori lainnya dengan bimbingan Juliarto yang merupakan mantan guru seni budaya.

Seluruh kostum mengusung nuansa hijau yang menyesuaikan warna produk Ayumie.

Bagi Smamda Voice, dua Gold Medal tersebut bukan sekadar penghargaan. Capaian itu menjadi buah dari kerja keras, disiplin, kekompakan, doa, dan dukungan banyak pihak.

“Terima kasih kepada pimpinan sekolah, guru dan karyawan Smamda, seluruh warga Smamda, para pendukung, orang tua, serta seluruh anggota yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” katanya.

Smamda Voice berharap dapat mempertahankan Piala Bergilir dan kembali meraih prestasi terbaik pada ajang berikutnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 08/09/2026 23:21
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu