Pelatihan Jaya Melati 1 menjadi ruang Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kota Probolinggo menyiapkan calon pelatih yang akan mengembangkan kegiatan kepanduan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ahmad Dahlan Kota Probolinggo, Jumat (2/10/2026), itu diikuti 41 peserta. Mereka berasal dari Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Situbondo.
Ketua Kwarda HW Kota Probolinggo Ramanda Mohammad Hadani mengatakan, pelaksanaan Jaya Melati 1 telah direncanakan hampir setahun. Namun, kegiatan sempat ditunda karena jumlah peserta belum memenuhi persyaratan.
Sebelum mengikuti pelatihan secara tatap muka, peserta telah memperoleh pembekalan secara daring pada 14–18 September 2026. Pelaksanaan secara daring menghadapi kendala karena peserta memiliki kesibukan masing-masing.
“Alhamdulillah, akhirnya pada saat ini kita bisa bertemu dan melaksanakan kegiatan Jaya Melati 1 secara offline,” ujarnya.
Disiapkan Jadi Pelatih
Dari 41 peserta yang mengikuti pelatihan, lima di antaranya laki-laki, sedangkan peserta lainnya perempuan. Hadani berharap para peserta dapat membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk mengembangkan kepanduan HW di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keberadaan pelatih memiliki peran penting dalam meneruskan pembinaan kepanduan kepada anak-anak. Karena itu, Jaya Melati 1 tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi peserta, tetapi juga bagian dari persiapan kader yang akan terlibat dalam pembinaan HW.
Hadani berharap kegiatan tersebut turut membantu peserta dalam membentuk pola pembinaan yang menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada anak-anak.
“Harapannya, melalui pelatihan ini anak-anak bisa memiliki karakter yang dapat meneladani Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.
Dorong Penguatan HW di Sekolah
Hadani juga mendorong peserta membawa hasil pelatihan ke sekolah dan amal usaha Muhammadiyah (AUM) masing-masing. Ia berharap kegiatan HW dapat kembali diperkenalkan dan dikembangkan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Menurutnya, penguatan kepanduan di sekolah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan kepanduan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan kader Muhammadiyah.
“Semoga penguatan di sekolah atau lembaga masing-masing dapat dilakukan. Kita bisa mengenalkan kembali kepanduan HW kepada anak-anak,” tuturnya.
Pelaksanaan Jaya Melati 1 di STAI Ahmad Dahlan Kota Probolinggo juga menjadi bagian dari kerja sama antara Kwarda HW Kota Probolinggo dan perguruan tinggi tersebut. Hadani menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap kerja sama serupa dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan kepanduan HW semakin memiliki ruang di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Melalui Jaya Melati 1, peserta diharapkan dapat menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan kepanduan serta mengambil peran dalam pembinaan HW di sekolah maupun lembaga masing-masing. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments