Mengapa adab lebih tinggi daripada ilmu pengetahuan? Pertanyaan tersebut disampaikan guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, Misbah, saat menjadi pembina upacara bendera, Senin (7/9/2026).
Upacara berlangsung di lapangan basket SMAMDA Sidoarjo dan diikuti murid serta guru dengan tertib.
Dalam amanatnya, Misbah menjelaskan bahwa adab merupakan fondasi dalam menuntut ilmu. Menurutnya, adab menjadi salah satu penentu keberkahan ilmu yang dipelajari seseorang.
Ia menyampaikan tiga alasan mengapa adab memiliki posisi penting, bahkan lebih tinggi daripada ilmu.
Adab Menjadi Wadah Menuntut Ilmu
Pertama, adab menjadi wadah seseorang dalam mencari ilmu. Ketika seseorang mengedepankan adab, Allah akan memberikan kemudahan dalam proses mempelajari, memahami, hingga menguasai ilmu.
“Ketika kita mengedepankan adab, Allah memberikan kemudahan kepada kita dalam mempelajari, memahami, sampai mengerti ilmu yang kita pelajari,” ujar Misbah.
Alasan kedua, lanjut Misbah, adab dapat mencegah kesombongan dalam diri seseorang.
Orang yang memiliki ilmu tinggi, tetapi tidak dibarengi adab, menurutnya, dapat kehilangan etika dan sopan santun. Hal tersebut dapat terlihat dari sikapnya kepada orang tua, guru, orang yang lebih tua, maupun teman sebaya.
Misbah kemudian memberikan perbandingan. Ada murid yang sangat pandai dalam bidang akademik, tetapi memiliki adab yang rendah. Sebaliknya, ada murid yang kemampuan akademiknya tidak terlalu menonjol, tetapi memiliki sopan santun dan etika yang baik.
“Bagi kami, lebih memilih murid yang tidak seberapa pintar tetapi adabnya sangat tinggi, sopan santunnya baik, dan hormat kepada guru serta teman-temannya,” katanya.
Meski demikian, Misbah menegaskan bahwa kemampuan akademik tetap penting. Kondisi ideal adalah murid memiliki kecakapan ilmu sekaligus adab yang tinggi.
Alasan ketiga, adab menjadi penentu kemanfaatan dan keberkahan ilmu. Ilmu yang dimiliki seseorang seharusnya tidak berhenti pada kepandaian pribadi, tetapi mampu memberikan manfaat bagi kehidupan.
Misbah mengajak murid SMAMDA tidak hanya mengejar prestasi akademik. Mereka juga perlu membangun karakter, etika, sopan santun, serta rasa hormat kepada orang lain.
Menurutnya, ilmu yang tidak membawa keberkahan akan kehilangan nilai kemanfaatannya.
Ia pun berharap murid SMAMDA tumbuh menjadi generasi yang unggul secara keilmuan dan kuat dalam adab.
“Semoga anak-anak menjadi murid yang pintar secara keilmuan, didasari adab dan etika yang tinggi, sehingga bermanfaat di dunia maupun akhirat,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang dikuasai. Adab menjadi bagian penting agar ilmu dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi pemiliknya maupun orang lain.





0 Tanggapan
Empty Comments