Wakil Ketua MPKS PWM Jawa Timur sekaligus Konsultan dan Terapis Psikososial Kementerian Sosial RI, Fadly Yulianto, mengajak orang tua memperkuat pendampingan terhadap anak melalui waktu bersama, aturan keluarga, dan pengawasan lingkungan.
Hal itu ia sampaikan dalam Pengajian Ahad Pagi bertajuk “Anak Adalah Amanah: Memproteksi Fitrah Anak dari Pengaruh Buruk Lingkungan” yang diselenggarakan oleh PCM Wonocolo di Halaman Panti Asuhan LKSA, Gg. Pondok Nomor 18, Wonocolo, Surabaya, Ahad (4/10/2026).
Fadly mengatakan, kesibukan orang tua tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan waktu bersama anak. Menurutnya, orang tua perlu menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi, meskipun hanya sekitar 10 menit dalam sehari.
“Sisakan waktu 10 menit untuk anak. Walaupun nanti harus main game bareng, ya enggak apa-apa Pak, main games bareng. Ya, main games bareng dengan anak kita.”
Selain meluangkan waktu, ia menekankan pentingnya kesepakatan antara ayah dan ibu mengenai aturan yang diterapkan di rumah. Menurut Fadly, aturan tersebut diperlukan agar pola pengasuhan tidak berjalan berbeda antara satu orang tua dan lainnya.
“Pahami tentang aturan dan rules di rumah. Ya, termasuk pada antara suami dan istri, Bapak Ibu.”
Membiasakan Anak Lepas dari Gadget
Fadly kemudian menceritakan kebiasaan yang ia terapkan bersama istrinya untuk mengurangi penggunaan gadget di lingkungan keluarga. Karena keduanya bekerja, mereka membagi peran dalam mendampingi anak.
Salah satu aturan yang diterapkan adalah meletakkan seluruh gadget setelah shalat Magrib. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melarang anak menggunakan gadget, tetapi berusaha membangun kebiasaan lain yang dapat menjadi alternatif.
Salah satunya dengan membaca buku bersama.
“Pada saat setelah maghrib. Jadi beres ngaji, sholat maghrib itu ngaji. Kita paksakan buka buku di depan anak.”
Menurut Fadly, orang tua tidak harus selalu membaca buku yang sama atau bahkan membaca dalam waktu lama. Yang lebih penting adalah memberikan contoh secara langsung kepada anak.
Ia mengatakan kebiasaan tersebut telah dijalankan keluarganya selama sekitar dua tahun. Dari kebiasaan itu, ia melihat anak-anak mulai mengikuti aktivitas orang tuanya.
“Saya duduk. Meskipun buka catatan buku kecil. Sebentar adiknya, kakaknya itu datang udah. Satu menulis, satu menggambar.”
Bagi Fadly, kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara keluarga meminimalkan penggunaan gadget sekaligus membangun aktivitas bersama antara orang tua dan anak.
Orang Tua Perlu Mengenali Lingkungan Anak
Selain penggunaan gadget, Fadly mengingatkan orang tua agar mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan anak. Ia menilai pengawasan perlu dilakukan secara menyeluruh agar orang tua dapat mengenali berbagai risiko yang mungkin dihadapi anak.
“Dalam pengasuhan kita ini, tolong kita awasi anak-anak kita secara komprehensif, Pak. Jadi, usahakan kita sebagai orang tua itu tahu betul jadwal anak.”
Ia menekankan bahwa pengawasan bukan berarti membatasi seluruh aktivitas anak, melainkan memastikan mereka berada dalam lingkungan yang aman dan mendapatkan pendampingan yang memadai.
Fadly juga mengingatkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat memengaruhi kondisi anak. Ia mengaitkannya dengan perubahan perilaku, termasuk ketika anak mengalami kesulitan mengendalikan emosi setelah menggunakan gadget dalam waktu lama.
Karena itu, menurutnya, orang tua perlu membangun keseimbangan antara penggunaan teknologi, aktivitas keluarga, pendidikan, serta interaksi sosial anak.
“Jadi tolong kita selamatkan anak-anak dari bahaya lingkungan. Termasuk bahaya lingkungan dari dalam keluarga, Pak.”
Fadly menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menggurui para peserta. Ia justru mengaku masih terus belajar dalam menjalankan peran sebagai orang tua.
“Saya tidak ingin tidak mengajari, Bapak Ibu. Karena saya yakin Bapak Ibu di sini jauh lebih paham dan pakar terhadap pengasuhan. Jadi saya tidak akan berbahas tentang pengasuhan. Karena saya yakin Bapak Ibu jauh lebih baik.”
Menurutnya, pengalaman sebagai orang tua maupun pendamping dalam persoalan sosial membuat keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang anak. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments