Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Jaga Kesehatan Siswa, MPS Gelar Imunisasi dan CKG

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Jaga Kesehatan Siswa, MPS Gelar Imunisasi dan CKG
Aisyah Nur Hafizah (Siswa kelas 1) saat melaksanakan screening CKG. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Puskesmas Kebomas menggelar imunisasi MR (Campak lanjutan) bagi siswa kelas 1 dan imunisasi HPV bagi siswi kelas 5 secara serentak di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas. Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi program pemerintah dalam memberikan imunisasi lengkap bagi anak Indonesia.

Mugeb Primary School (MPS) mendapat jadwal imunisasi pada Rabu (26/08/2026). Sebanyak kurang lebih 20 tenaga kesehatan diterjunkan untuk mempercepat pelaksanaan imunisasi sekaligus Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh siswa kelas 1 hingga 6.

Imunisasi MR bertujuan melindungi anak dari penyakit campak yang sempat kembali merebak beberapa waktu lalu. Sementara itu, imunisasi HPV diberikan untuk mencegah penyakit kanker serviks yang rentan menyerang perempuan. Imunisasi HPV diberikan kepada anak perempuan sebanyak dua kali dalam rentang usia 9–14 tahun.

Melihat jarum suntik, banyak siswa kelas 1 awalnya merasa takut. Bahkan, beberapa siswa sempat menangis dan berusaha menghindari jarum suntik. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Aisyah Nur Hafizah, siswa kelas 1 Aster. Baginya, jarum suntik bukanlah sesuatu yang menakutkan. Setelah disuntik, ia pun merasa baik-baik saja.

“Sakit kecil kok, kayak digigit semut,” selorohnya sambil tersenyum.

Aisyah bahkan turut menyemangati teman-temannya agar berani disuntik supaya terhindar dari penyakit campak. Selain imunisasi, nakes dari UPT Puskesmas Kebomas juga memberikan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi MR dan HPV.

Berbeda dengan siswa kelas 1, siswi kelas 5 yang mengikuti imunisasi HPV juga sempat merasa takut ketika melihat jarum suntik. Namun, tidak ada drama menangis saat imunisasi berlangsung. Beberapa siswi hanya menjerit karena takut pingsan saat akan disuntik.

Kirana Chalinda A, siswi kelas 5 Adam Malik, mengaku hanya merasakan sensasi seperti digigit nyamuk saat disuntik. Namun, setelah imunisasi, ia merasakan nyeri pada lengan kirinya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Gak sakit kok disuntiknya, tapi setelah itu lenganku jadi nyeri”, ucapnya.

Menurut Agus Suprayitno, S.Pd., selaku Koordinator K3S MPS sekaligus penanggung jawab kegiatan imunisasi, pihak sekolah sebelumnya telah memberikan informasi dan formulir kesediaan imunisasi kepada orang tua siswa. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tanpa adanya miskomunikasi antara sekolah dan orang tua.

“Selain kegiatan imunisasi, pihak puskesmas kebomas juga mengadakan CKG bagi seluruh siswa, hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan siswa di lingkungan MPS sehingga dapat dilakukan pengobatan atau pencegahan awal,” ungkapnya.

Menjaga Kesehatan sejak Dini

Tidak hanya imunisasi dan pemeriksaan kesehatan, siswa kelas 6 juga mendapatkan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dari IDI. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pengolesan TAF (Topical Application Fluoride) yang bertujuan memperkuat lapisan email, mencegah gigi berlubang, serta mengatasi karies dini, terutama pada anak-anak.

“Khusus untuk kelas 6 ada juga penyuluhan menjaga kesehatan gigi dari IDI Kabupaten Gresik serta pengolesan TAF yang bertujuan untuk memperkuat lapisan email, mencegah gigi berlubang, serta mengatasi karies dini, terutama pada anak-anak,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, MPS bersama Puskesmas Kebomas tidak hanya memberikan perlindungan melalui imunisasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu