Anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen kompak menghadiri kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Banyuwangi, pada Ahad (19/4/2026) di Gedung Panglima Sudirman SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng.
Sejak jauh hari, setelah diumumkan oleh pengurus takmir Masjid Al-Falah sebagai pusat dakwah Muhammadiyah PRM Jalen menjelang pelaksanaan salat Jumat, para jamaah langsung merespons dengan mendatangi takmir masjid untuk mendaftarkan diri agar dapat mengikuti acara halal bihalal tersebut.
Para jamaah yang bersemangat menghadiri kegiatan halal bihalal rata-rata berusia di atas 60 tahun atau merupakan para pensiunan.
Melihat semangat jamaah yang sebagian besar berasal dari kalangan lanjut usia tersebut, takmir masjid Al-Falah kemudian berkoordinasi dengan pengurus harian PRM Jalen untuk memfasilitasi kebutuhan transportasi bagi para jamaah.
“Melihat semangat para jamaah dalam berorganisasi, kami sangat tersentuh. Kami juga tidak tega jika beliau harus berangkat sendiri menggunakan kendaraan roda dua. Meskipun jarak lokasi halal bihalal tidak terlalu jauh dari PRM Jalen, hanya sekitar 3 km, kondisi jalan provinsi di depan SMK Muda Genteng saat ini sangat ramai dan cenderung padat. Oleh karena itu, kami meminta PRM Jalen untuk memfasilitasinya,” ujar H. Nawachid, M.Pd.
Hasil pertemuan antara pengurus harian takmir Masjid Al-Falah dan pengurus harian PRM Jalen terkait persiapan pemberangkatan halal bihalal langsung direspons positif oleh Ketua PRM Jalen, Abdul Muntholib.
Ia yang juga merupakan guru SMA Muha Genteng berjanji akan mengusahakan kendaraan milik sekolah. Beberapa hari kemudian, Ustaz Tholib—sapaan kesehariannya—menginformasikan melalui grup WhatsApp takmir Masjid Al-Falah.
“Alhamdulillah, kami telah menghadap Kepala SMA Muha Genteng, Ani Sudarmi, M.Pd., dan beliau merespons positif serta mempersilakan penggunaan kendaraan sekolah untuk kepentingan persyarikatan kapan pun diperlukan,” jelasnya.
Sejak pukul 07.00 WIB, para jamaah PRM Jalen telah berkumpul di Masjid Al-Falah untuk menunggu penjemputan. Tepat pukul 08.00 WIB, bus SMA Muha datang, dan wajah para jamaah tampak sumringah.
Sorot mata mereka seolah mengungkapkan bahwa perjuangan tidak mengenal usia. Selama masih sehat, mereka akan terus berjuang untuk persyarikatan. Kegembiraan pun tampak mendominasi di sela-sela usia pensiun mereka.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments