Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

“Jangan Alergi Lomba, Tonjolkan Akhlak”, Pesan Pengawas Madrasah pada Pelepasan MIM 13 Sendangagung

Iklan Landscape Smamda
“Jangan Alergi Lomba, Tonjolkan Akhlak”, Pesan Pengawas Madrasah pada Pelepasan MIM 13 Sendangagung
Pengawas MIM 13 Sendangagung, Kaswoto S.PdI saat tampil memberikan orasi pendidikan di acara Pelepasan dan Pembagian Rapor, Selasa 25 Juni 2026. Foto Gondo Waloyo/PWMU.CO
pwmu.co -

Semangat dan pesan membangun mewarnai acara Pelepasan dan Pembagian Rapor MIM 13 Sendangagung yang berlangsung di Perguruan Muhammadiyah Sendangagung, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 99, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Selasa (23/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Pengawas Madrasah, Kaswoto, S.Pd.I., menyampaikan orasi pendidikan yang berisi sejumlah pesan strategis untuk kemajuan madrasah.

Dalam sambutannya, Kaswoto mengajak lulusan MIM 13 Sendangagung untuk melanjutkan pendidikan ke SMP Muhammadiyah 12 Paciran sebagai bagian dari kesinambungan pembinaan pendidikan Muhammadiyah.

“Ini untuk keberlanjutan dan menjaga mutu pembinaan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang erat antara kepala madrasah, guru, dan seluruh elemen lembaga pendidikan.

“Ajak ngopi bareng, ikat dengan rasa memiliki. Jangan hanya dipethuki saat butuh dana,” pesannya dengan gaya khas yang mengundang senyum para hadirin.

Kaswoto menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak peserta didik.

Menurutnya, madrasah harus mampu membentuk karakter siswa yang santun kepada guru, orang tua, dan masyarakat.

“Nek mbedugal berarti gagal. Akhlak nomor satu,” ujarnya.

Di bidang pengembangan prestasi, ia mendorong madrasah agar aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi, baik yang diselenggarakan Muhammadiyah maupun Kementerian Agama.

“Jangan alergi mengirim utusan. Ini untuk peningkatan kompetensi anak-anak,” katanya.

Kaswoto juga menyoroti pentingnya menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang qiraah Al-Qur’an.

“Kebutuhan itu harus dijawab lembaga. Kapan pun qiraah dibutuhkan masyarakat, madrasah harus siap menyuplai. Ini juga menjadi ajang promosi di tengah masyarakat,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Pada kesempatan itu, Kaswoto mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk ikut mempromosikan lembaga melalui berbagai media, termasuk media sosial.

Menurutnya, promosi tidak hanya menjadi tugas pimpinan sekolah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah.

Selain promosi, ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan asri.

“Ciptakan lingkungan seindah dan secantik mungkin. Lingkungan yang asri menjadikan warga madrasah betah, baik guru maupun muridnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara madrasah dan wali murid dalam mendukung perkembangan lembaga.

“Jangan egois. Ambil hati wali murid untuk terlibat. Haqqul yakin, madrasah akan makin baik,” pesannya.

Di akhir orasi, Kaswoto memberikan testimoni pribadi terkait SMP Muhammadiyah 12 Paciran dan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung.

Menurutnya, kedua lembaga tersebut telah memberikan dampak positif bagi putra-putrinya yang pernah menempuh pendidikan di sana.

“Saya tahu sendiri hasilnya. Baik spiritual, intelektual, emosional, dan sosialnya. Plus bahasa Arab dan Inggrisnya Al-Ishlah bagus. Saya tahu itu dari dua anak saya yang lulus dari pesantren tersebut,” ungkapnya.

Acara pelepasan dan pembagian rapor tersebut menjadi penutup tahun ajaran sekaligus momentum refleksi dan motivasi bagi MIM 13 Sendangagung untuk terus berkembang sebagai madrasah yang unggul dalam prestasi serta kuat dalam pembinaan akhlak.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu