Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jangan Cepat Melabeli Anak, Ini Pesan Psikologi UMM untuk Para Guru

Iklan Landscape Smamda
Jangan Cepat Melabeli Anak, Ini Pesan Psikologi UMM untuk Para Guru
pwmu.co -

Kemampuan guru mengenali kebutuhan khusus peserta didik menjadi langkah awal dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif. Kebutuhan khusus tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat muncul pada aspek kognitif, perkembangan, emosi, perilaku, sosial, hingga kemampuan belajar.

Hal tersebut disampaikan Uun Zulfiana, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Workshop Guru Inklusi bertema “Pendampingan Psikologis Peserta Didik Berkebutuhan Khusus” yang digelar Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 9 GKB 4 UMM tersebut diikuti 113 guru dari jenjang PAUD hingga SMA. Workshop tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Milad ke-41 Fakultas Psikologi UMM.

Uun Zulfiana, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang juga dosen Psikologi UMM tersebut menjelaskan, guru perlu memahami karakteristik peserta didik agar mampu melakukan deteksi dini dan menentukan bentuk pendampingan yang tepat.

Istilah individu berkebutuhan khusus juga memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada kondisi disabilitas tertentu. Karakteristiknya dapat terlihat dari kemampuan mental, sensorik, komunikasi, perkembangan emosi dan perilaku, hingga kondisi fisik.

Karena itu, guru perlu berhati-hati dalam memberikan penilaian terhadap kondisi peserta didik.

“Guru tidak perlu terburu-buru memberikan label kepada anak ketika menemukan sesuatu yang berbeda. Yang penting adalah mengenali tanda-tandanya, memahami kebutuhannya, kemudian memberikan penyesuaian yang sesuai. Diagnosis tetap menjadi kewenangan tenaga profesional,” jelasnya.

Menurutnya, guru dan orang tua memiliki posisi penting dalam proses deteksi dini. Temuan awal di lingkungan sekolah maupun rumah dapat menjadi informasi berharga untuk menentukan langkah pendampingan selanjutnya.

Namun, proses identifikasi tersebut perlu dibedakan dengan diagnosis yang dilakukan oleh psikolog atau tenaga profesional lainnya.

“Ketika anak menunjukkan kemampuan yang tidak sesuai dengan rata-rata usianya, jangan langsung melihatnya sebagai kekurangan. Guru perlu melihat apa yang menjadi kebutuhan anak dan bagaimana pembelajaran dapat disesuaikan. Bisa jadi yang perlu diubah bukan anaknya, tetapi cara kita mengajar,” tambahnya.

Uun juga menekankan pentingnya penyesuaian pembelajaran bagi peserta didik yang membutuhkan dukungan khusus.

Penyesuaian dapat mencakup metode mengajar, cara belajar, hingga kurikulum dan standar penilaian apabila memang diperlukan berdasarkan kondisi peserta didik.

SMPM 5 Pucang SBY

Pendekatan tersebut diperlukan agar proses pembelajaran dapat mengakomodasi kebutuhan setiap peserta didik secara lebih tepat.

Sementara itu, Masfuukhatur Rokhmah, M.Psi., Psikolog, membahas kebijakan pendidikan serta strategi pendampingan psikologis di sekolah.

Psikolog dan terapis ABK tersebut menekankan bahwa pendampingan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan anak, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah.

Materi juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan roleplay yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan peserta.

“Pendampingan peserta didik berkebutuhan khusus perlu dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan kebutuhan anak, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah,” jelasnya.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Psikologi UMM Dr. Rr. Siti Suminarti Faassikhah, M.Si., mengatakan workshop tersebut merupakan bentuk kontribusi fakultas terhadap masyarakat pendidikan.

Menurutnya, kebutuhan terhadap pemahaman pendampingan peserta didik berkebutuhan khusus banyak disampaikan oleh guru BK maupun kepala sekolah di Malang dan Jawa Timur.

“Fakultas Psikologi terus berkiprah untuk masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan, dengan menghadirkan layanan dan ruang kolaborasi yang dibutuhkan guru,” pungkasnya.

Workshop tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman guru mengenai peserta didik berkebutuhan khusus, terutama dalam melakukan deteksi dini, memberikan penyesuaian pembelajaran, serta menentukan langkah pendampingan yang sesuai.

Revisi Oleh:
  • Satria - 10/08/2026 15:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu