Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jidor Surya Nada Buka Pensi Al-Ishlah 2026, Gending Jawa dan Syair I’tiraf Menggema di Maidanul Ma’had

Iklan Landscape Smamda
Jidor Surya Nada Buka Pensi Al-Ishlah 2026, Gending Jawa dan Syair I’tiraf Menggema di Maidanul Ma’had
Jidor Surya Nada membuka kegiatan Pensi Al-Ishlah 2026 di Lapangan Pondok Maidanul Ma'had (MM). Kamis 6 Agustus 2026. Foto Gondo Waloyo/PWMU.CO
pwmu.co -

Pentas Seni (Pensi) Al-Ishlah 2026 resmi dibuka dengan penampilan memukau dari grup Jidor Surya Nada di Lapangan Maidanul Ma’had, Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Kamis (6/8/2026) malam.

Grup musik tradisional yang beranggotakan 25 santri belia tersebut sukses memeriahkan pembukaan Pagelaran Seni dan Kreasi Santri Putra Al-Ishlah yang sekaligus menjadi bagian dari peringatan Dasa Warsa ke-4 pondok pesantren.

Mengusung perpaduan rebana dan gamelan Jawa, penampilan Jidor Surya Nada menghadirkan nuansa religius sekaligus kental dengan budaya Nusantara yang disambut antusias ribuan santri dan guru yang memadati arena acara.

Penampilan dimulai tepat pukul 19.10 WIB dengan suguhan lima lagu yang mampu membangkitkan semangat sekaligus menghadirkan suasana haru.

Lagu-lagu yang dibawakan meliputi Syair I’tiraf karya Abi Nuwas, Lir Ilir, Perahu Layar, Burung Kutilang, hingga Suwe Ora Jamu.

Perpaduan lagu religi, lagu dolanan anak, dan lagu pop Jawa tersebut mendapat sambutan meriah dari para penonton yang memenuhi Lapangan Maidanul Ma’had.

Keunikan penampilan Jidor Surya Nada terletak pada aransemen musik yang memadukan rebana dengan lima instrumen gamelan Jawa, yaitu gambang, saron, peking, demung, dan gender.

Kolaborasi kedua unsur musik tersebut menghasilkan harmoni yang khas dan menggambarkan kekayaan budaya lokal Sendangagung.

Meski seluruh pemain masih berusia belasan tahun, mereka mampu menampilkan permainan musik yang kompak, dinamis, dan penuh percaya diri. Penampilan tersebut menjadi bukti keseriusan latihan yang telah dilakukan secara rutin.

Suara tabuhan rebana yang berpadu dengan gending gamelan menghadirkan atmosfer budaya yang khas dan jarang ditemui di lingkungan sekolah maupun pesantren lainnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Pengasuh Ponpes Al-Ishlah Sendangagung, Drs. KH. Muhammad Dawam Saleh, menegaskan bahwa kesenian Jidor yang dimainkan para santri merupakan kekhasan Desa Sendangagung.

“Musik Jidor yang dimainkan anak-anak hanya ada di Desa Sendangagung, Gak ada di tempat lain,” tandasnya.

Grup Jidor Surya Nada berdiri pada 2022 dan kini telah menjadi salah satu ikon kesenian di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Grup ini rutin mengisi berbagai kegiatan penting, mulai dari pentas seni, wisuda santri, hingga penyambutan tamu kehormatan di lingkungan pondok.

Keberadaan Jidor Surya Nada menjadi bukti nyata komitmen Ponpes Al-Ishlah dalam melestarikan seni tradisional sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, para santri tidak hanya dibekali kemampuan mengaji serta penguasaan bahasa Arab dan Inggris, tetapi juga didorong untuk mencintai seni budaya sebagai bagian dari karakter Islami yang berkemajuan.

Penampilan pembuka Jidor Surya Nada menjadi simbol semangat perayaan Dasa Warsa ke-4 Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Melalui karya seni tradisional yang dibawakan generasi muda, Al-Ishlah menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya sekaligus membentuk santri yang religius, kreatif, dan berkarakter.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/08/2026 12:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu