Tim siswa SMA Muhammadiyah Toboali meraih juara 1 Lomba Memilah dan Mengumpulkan (Mutik) Sampah tingkat Kabupaten Bangka Selatan di kawasan Simpang 5 Habang, Toboali, Rabu (9/9/2026).
Kompetisi yang diselenggarakan Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Kepulauan Bangka Belitung tersebut diikuti sembilan sekolah tingkat menengah atas se-Kabupaten Bangka Selatan. Para peserta mengikuti lomba dengan kegiatan mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Dalam perlombaan tersebut, tim SMA Muhammadiyah Toboali bersaing dengan delapan sekolah lainnya. Para siswa mengumpulkan sampah yang ditemukan di kawasan perlombaan, kemudian memilahnya berdasarkan jenis sampah yang telah ditentukan.
Kegiatan tersebut juga mengenalkan kepada peserta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan sampah. Sampah yang dikumpulkan dan dipilah meliputi sampah plastik, kertas, serta jenis sampah lainnya sesuai ketentuan lomba.
Guru pendamping tim SMA Muhammadiyah Toboali, Ghiyast Khatami Abdul Rani, S.Pd., mengatakan para siswa berusaha menjaga fokus dan koordinasi selama mengikuti perlombaan.
“Kami melihat sendiri bagaimana para murid bersemangat dan tetap fokus mengatur strategi di tengah cuaca dan persaingan yang cukup ketat. Kemenangan ini murni buah dari ketekunan mereka dalam memahami konsep pengelolaan sampah yang baik dan benar,” ujar Ghiyast saat mendampingi tim.
Menurut Ghiyast, koordinasi antarsiswa menjadi bagian yang dilakukan selama perlombaan. Para siswa bekerja bersama dalam mengumpulkan dan memilah sampah hingga seluruh tahapan lomba selesai.
Kepala SMA Muhammadiyah Toboali, Supiandi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk memahami pengelolaan sampah melalui praktik langsung.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kerja keras anak-anak kami. Bisa bersaing dan mengalahkan sekolah-sekolah lain bukanlah hal yang mudah, namun semangat anak-anak luar biasa. Lomba ini mengajarkan mereka bahwa sampah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi berkah jika dikelola dengan bijak. Semoga kemenangan ini menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat luas,” ujar Supiandi usai penyerahan penghargaan, Rabu sore.
Lomba tersebut menjadi bagian dari kegiatan Fordas Kepulauan Bangka Belitung yang melibatkan pelajar dalam aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah. Keterlibatan sembilan sekolah dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempraktikkan pemilahan sampah secara langsung di lingkungan perlombaan.
Setelah melalui seluruh rangkaian lomba, dewan juri dari Fordas Kepulauan Bangka Belitung menetapkan SMA Muhammadiyah Toboali sebagai juara pertama. Capaian tersebut menambah daftar pengalaman siswa dalam mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments