Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kenali Usia Sampah, Tanamkan Peduli Lingkungan di SD Negeri 1 Sumberasri

Iklan Landscape Smamda
Kenali Usia Sampah, Tanamkan Peduli Lingkungan di SD Negeri 1 Sumberasri
Sosialisasi “Kapan Sampah Terurai?” dan Bank Sampah Mahasiswa KKN UAD Yogyakarta bersama Unmuh Jember di SD Negeri 1 Sumberasri, Jumat (11/9/2026). (Anisa Aska/ PWMU.CO).
pwmu.co -

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bersama Universitas Muhammadiyah Jember Kampus 2 Banyuwangi menggelar kegiatan sosialisasi tentang “Kapan Sampah Terurai?” dan Bank Sampah.

Agenda tersebut berlangsung di SD Negeri 1 Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 serta beberapa mahasiswa-mahasiswa sebagai upaya mengenalkan pentingnya pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan berbagai jenis sampah untuk terurai di lingkungan.

Kenali Ragam Usia Sampah

Melalui media edukasi yang ditampilkan, siswa diperkenalkan bahwa terdapat sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, bahkan mencapai 500 tahun, 200 tahun, hingga 20 tahun.

Sementara terdapat pula jenis sampah yang membutuhkan waktu lebih lama atau bahkan sulit terurai secara alami. Mahasiswa juga memberikan contoh langsung sampah apa saja yang terurai sesuai dengan tahunnya.

Contoh sampah yang terurai 20 tahun adalah sejenis plastik atau kresek. Kemudian untuk 200 tahun sejenis kaleng minuman, dan untuk 500 tahun ada botol-botol minuman. Kemudian yang terakhir terdapat sampah yang tidak terurai, yakni sampah sejenis steroform.

Materi tersebut disampaikan agar siswa memahami bahwa membuang sampah sembarangan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Selain mengenalkan waktu terurainya sampah, mahasiswa juga memperkenalkan konsep “Bank Sampah” kepada para siswa.

Dalam kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, terutama sampah yang masih memiliki nilai guna dan dapat didaur ulang.

Mahasiswa juga mengenalkan tempat sampah yang digunakan untuk mendukung pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak langsung berakhir sebagai limbah.

SMPM 5 Pucang SBY

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme dari para siswa. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak untuk lebih memperhatikan jenis sampah yang mereka hasilkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beda Sampah Organik dan Anorganik

Di akhir sesi ada siswa yang bertanya “Kak, apa bedanya sampah Organik dan Anorganik?”, tanya Zidan siswa kelas 3 SD Negeri 1 Sumberasri.

“Bedanya sampah Organik dan Anorganik itu adalah, kalau sampah Organik adalah sampah yang dapat terurai, contohnya kulit buah-buahan dan daun” jawab Winda, salah satu Mahasiswa UAD.

“Sedangkan sampah Anorganik adalah sampah yang susah atau tidak dapat di urai seperti yang kakak jelaskan tadi, dan sampah Anorganik lebih baiknya di daur ulang” tambahnya.

Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan sederhana. Seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan.

Bagi mahasiswa UAD dan Unmuh Jember Kampus 2 Banyuwangi, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian dan edukasi lingkungan kepada generasi muda.

Melalui sosialisasi “Kapan Sampah Terurai?” dan Bank Sampah, mahasiswa berharap siswa SD Negeri 1 Sumberasri dapat menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Serta mampu menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah mulai dari lingkungan sekolah maupun di rumah.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 13/09/2026 14:14
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu