Museum Singhasari di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, sukses menyelenggarakan KERSANI (Kenali Sejarah di Museum Singhasari), sebuah kegiatan edukatif yang mengajak siswa mengenal sejarah Kerajaan Singhasari melalui pengalaman belajar yang interaktif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye “Singhasari Hits Different Stories” yang diinisiasi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Praktikum Public Relations 3 Universitas Muhammadiyah Malang bekerja sama dengan Museum Singhasari (17/6/2026).
Sebanyak 21 sekolah hadir dalam kegiatan ini, terdiri atas 13 Sekolah Dasar (SD) dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Singosari. Kehadiran para peserta merupakan tindak lanjut dari program pra-aktivasi Karas Pawarta yang telah dilaksanakan pada 12–13 Juni 2026 dan menjangkau 27 sekolah di sekitar museum.
Kepala Museum Singhasari, Yossy Indra mengapresiasi jalannya kegiatan yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang berbeda bagi para peserta.
“Saya mengikuti proses kegiatan ini sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Hasilnya sangat baik dan menunjukkan bahwa belajar sejarah dapat dilakukan dengan cara yang lebih menarik serta mudah diterima oleh siswa,” ujarnya.
Pengenalan Sejarah Lokal
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Singosari yang diwakili oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Kepemudaan, Abid RH. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap upaya mengenalkan kembali sejarah lokal kepada generasi muda.
“Kami menyambut baik kegiatan KERSANI karena membantu mengenalkan kembali sejarah Singhasari kepada generasi muda melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Selain belajar sejarah, siswa juga diperkenalkan dengan permainan tradisional sebagai bagian dari pengalaman belajar di luar kelas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi siswa serta masyarakat Malang Raya,” ujarnya.
Berbeda dengan kunjungan museum pada umumnya, KERSANI mengajak peserta untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas eksplorasi. Melalui Kartu Misi, siswa dan guru diajak menjelajahi koleksi Museum Singhasari secara berkelompok. Kelompok peserta dibentuk dari siswa yang berasal dari sekolah berbeda guna mendorong interaksi, kerja sama, dan pengalaman belajar yang lebih beragam.
Kegiatan diawali dengan demonstrasi website resmi Museum Singhasari yang berisi informasi mengenai museum, sejarah Kerajaan Singhasari, tokoh-tokoh penting seperti Ken Arok dan Ken Dedes, serta berbagai permainan interaktif. Website tersebut diharapkan dapat menjadi media pendukung pembelajaran di sekolah, khususnya pada mata pelajaran IPAS di tingkat SD dan IPS di tingkat SMP.
Setelah menyelesaikan rangkaian misi, peserta berkesempatan mengunjungi booth MUSTAKA sebagai bentuk apresiasi sekaligus ruang untuk menyampaikan pesan dan kesan mengenai Museum Singhasari. Sementara itu, para guru pendamping mengikuti Sharing session di pendopo museum yang membahas pemanfaatan museum sebagai sumber belajar dan alternatif kegiatan edukatif bagi siswa.
Melalui KERSANI, Museum Singhasari terus berupaya memperluas jangkauan edukasinya kepada sekolah-sekolah di sekitar kawasan museum. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kebutuhan generasi muda, museum diharapkan dapat menjadi ruang belajar sejarah yang lebih hidup, menarik, dan relevan bagi masyarakat Kabupaten Malang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments