Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Gedung Pendidikan Kecamatan Kauman saat 29 siswa MI Muhammadiyah 14 Prestisius mengikuti kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi puncak apresiasi sekaligus uji publik atas kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an yang telah mereka tempuh selama proses pembelajaran di madrasah.
Sebanyak 29 peserta yang mengikuti imtihan terbagi ke dalam lima kategori, yakni Tahfidz Juz 1, Juz 28, Juz 29, Juz 30, serta kategori Tartil. Mereka merupakan siswa-siswi yang telah dinyatakan lulus ujian munaqosah yang sebelumnya dilaksanakan baik di tingkat sekolah maupun oleh Ummi Foundation sebagai mitra pembelajaran Al-Qur’an dan tahfidz di MIM 14 Prestisius.
Koordinator Pembelajaran Metode Ummi MIM 14 Prestisius, Mujiati, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan yang kedua dan telah ditetapkan sebagai agenda tahunan madrasah.
“Khotmul Qur’an dan Imtihan ini menjadi puncak uji publik sekaligus bentuk apresiasi atas kemampuan membaca Al-Qur’an dan hafalan siswa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menunjukkan hasil pembelajaran Al-Qur’an yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan di madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi dan misi madrasah dalam membentuk generasi religius yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik serta menghafalnya minimal tiga juz sebelum lulus. Targetnya bukan hanya siswa mampu membaca Al-Qur’an secara tartil, tetapi juga memiliki hafalan yang kuat sebagai bekal dalam kehidupan mereka.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Ponorogo, Dr. Bambang Harmanto, memberikan apresiasi atas konsistensi MIM 14 Prestisius dalam mengembangkan program unggulan Al-Qur’an.
Program Unggulan
Menurutnya, Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi berpotensi menjadi ikon sekaligus keunggulan khas yang dimiliki MIM 14 Prestisius. Program tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wali murid yang menginginkan pendidikan berbasis Al-Qur’an bagi putra-putrinya.
“Kegiatan seperti ini akan menjadi identitas dan keunggulan madrasah. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kualitasnya terus dijaga dan ditingkatkan. Pelayanan pendidikan yang baik harus dipertahankan agar madrasah mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, MIM 14 Prestisius kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menghafal dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi pun menjadi bukti nyata keseriusan madrasah dalam mewujudkan lulusan yang religius, berprestasi, dan berkarakter Islami. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments