SD Muhammadiyah 7 Surabaya terus memacu pembenahan fasilitas untuk mengejar target digitalisasi. Di tengah keterbatasan kelas yang ada, sekolah memakai LCD portabel.
Bertempat di Jalan Jagir Sidomukti VI D No. 5, Kecamatan Wonokromo, sekolah ini mengebut penyediaan perangkat visual modern. Hampir seluruh ruang belajar disediakan, untuk mendukung ekosistem pembelajaran yang lebih interaktif.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Achmad Zainuri Arif, M.Pd, membeberkan pihak manajemen bergerak cepat. Untuk melengkapi sarana teknologi kelas selama periode kepemimpinannya empat tahun terakhir ini. Dari total delapan ruang kelas yang dimiliki, mayoritas kini sudah terintegrasi dengan perangkat visual digital.
“Kalau ditanya, idealnya semua langsung terpasang Smart TV permanen. Tapi di lapangan kita harus fleksibel, tidak boleh mandeg. Makanya satu kelas yang belum ready langsung kita siasati pakai LCD portabel dulu. Yang penting anak-anak tetap bisa nonton visual pelajarannya dan tidak ketinggalan dengan kelas lain,” tutur Zainuri Arif.
“Ya, jadi… alhamdulillah dalam empat terakhir ini, kami bisa melengkapi fasilitas pembelajaran itu dengan LCD proyektor maupun Smart TV di tiap kelas. Jadi dari delapan kelas itu kita tujuh kelas yang sudah ready,” tambah Zainuri Arif, Selasa (26/5/2026).
Meski masih menyisakan satu ruang kelas yang belum terpasang perangkat permanen, pihak sekolah langsung menerapkan langkah taktis di lapangan. Agar target akselerasi pembelajaran berbasis digital ini tidak mandeg di tengah jalan.
“Kurang satu kelas saja itu kita masih berproses untuk melengkapinya. Tapi itu bisa disiasati dengan LCD portabel yang bisa digunakan untuk dua kelas yang belum permanen itu,” kata Arif menambahkan secara spontan mengenai solusi operasional di sekolahnya.
Pihak sekolah mewajibkan para tenaga pendidik untuk memaksimalkan keberadaan ekosistem digital ini secara rutin. Untuk merangsang daya tangkap dan minat bakat siswa. Visualisasi visual dinilai menjadi kunci utama dalam membedah materi-materi pelajaran yang rumit.

“Kita dorong guru-guru itu paling tidak dalam satu pekan itu memanfaatkan teknologi itu untuk proses pembelajaran. Jadi materi-materi tadi itu bisa ditayangkan lebih konkret dengan teknologi itu,” jelasnya.
Metode pengajaran visual digital di dalam kelas ini nantinya akan disinkronisasikan langsung dengan program-program luar ruangan yang sudah berjalan. Kombinasi ini diharapkan mampu membuat ekosistem belajar di SD Muhammadiyah 7 Surabaya menjadi lebih hidup dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.
“Misalnya reproduksi, metamorfosis, rantai makanan, dan lain-lain, jika ada visual tentu akan lebih konkret dengan teknologi itu. Selain nanti anak-anak praktik langsung di kelas alam dan lain-lain itu tadi,” pungkas Arif menutup keterangan di sela-sela peninjauan fasilitas sekolah.





0 Tanggapan
Empty Comments