Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN Umsura Petakan Potensi Alun-Alun Mbah Ronggo sebagai Ruang Publik Desa

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN Umsura Petakan Potensi Alun-Alun Mbah Ronggo sebagai Ruang Publik Desa
Observasi lapangan mahasiswa KKN Umsura di alun-alun mbh Ronggo. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Alun-Alun Mbah Ronggo di Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang, tak sekadar menjadi ruang terbuka bagi masyarakat. Kawasan ini kini menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) untuk memetakan potensi, persoalan, sekaligus peluang pengembangan ruang publik berbasis masyarakat.

Rabu (8/7/2026), puluhan mahasiswa KKN Kelompok 27 yang dikoordinatori Adib Nurrahman melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam di kawasan alun-alun. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemetaan sosial yang bertujuan menggali fungsi ekonomi, sosial, budaya, hingga nilai historis Alun-Alun Mbah Ronggo sebagai salah satu pusat aktivitas warga Desa Dapet.

Ruang Publik Desa

Koordinator survei Adib Nurrahman menjelaskan, observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kehidupan masyarakat yang berpusat di kawasan tersebut. Menurutnya, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun interaksi sosial, memperkuat ekonomi lokal, serta membentuk karakter generasi muda.

Selama proses pengamatan, mahasiswa mendokumentasikan berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung sejak sore hingga malam hari. Alun-Alun Mbah Ronggo tampak ramai dimanfaatkan sebagai lokasi olahraga, arena bermain anak, tempat bersantai keluarga, hingga pusat kegiatan ekonomi masyarakat melalui keberadaan pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro.

Tidak berhenti pada observasi visual, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan pedagang, pengunjung, tokoh masyarakat, serta pengelola kawasan. Melalui dialog tersebut, tim KKN menghimpun berbagai aspirasi warga terkait pengelolaan fasilitas umum, kebersihan lingkungan, ketertiban, hingga aspek keamanan yang masih perlu mendapat perhatian bersama.

“Data yang kami peroleh bukan hanya menggambarkan kondisi fisik kawasan, tetapi juga harapan masyarakat terhadap pengembangan Alun-Alun Mbah Ronggo sebagai ruang publik yang lebih nyaman, produktif, dan inklusif,” ujar Adib.

SMPM 5 Pucang SBY

Mahasiswa juga menggunakan pendekatan psikologi sosial dan psikologi lingkungan untuk memetakan pola interaksi masyarakat, khususnya kalangan remaja. Pemetaan tersebut dilakukan guna mengetahui bagaimana ruang publik dapat memengaruhi perilaku sosial, membangun solidaritas, sekaligus mencegah munculnya aktivitas negatif di kalangan generasi muda.

Pusat Kegiatan Edukatif

Hasil observasi awal menunjukkan bahwa Alun-Alun Mbah Ronggo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang ramah anak sekaligus pusat kegiatan edukatif berbasis masyarakat. Dengan penataan yang lebih baik, kawasan tersebut dinilai mampu menjadi wadah pengembangan kreativitas pemuda, aktivitas olahraga, seni budaya, hingga pemberdayaan pelaku UMKM desa.

Temuan-temuan lapangan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan program kerja KKN Kelompok 27 selama berada di Desa Dapet. Program yang dirancang diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan ruang publik desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Umsura menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis data, partisipatif, dan sesuai kebutuhan warga. Harapannya, Alun-Alun Mbah Ronggo tidak hanya menjadi ikon Desa Dapet, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang aman, sehat, edukatif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat setempat. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 11/07/2026 14:01
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu