TK Permata Hati menggelar kegiatan Parenting dan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi upaya sekolah memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Hadir sebagai narasumber, Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz), Amrozi, S.Fil.I., M.Pd., yang mengajak para orang tua memahami pentingnya pendidikan karakter melalui kedekatan emosional dalam keluarga.
Dalam pemaparannya, Amrozi menegaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kecerdasan emosional.
Menurutnya, rumah merupakan sekolah pertama bagi anak, sedangkan orang tua adalah guru utama yang membangun fondasi kepribadian mereka.
Salah satu bentuk kasih sayang sederhana yang memiliki dampak besar adalah pelukan.
“Anak yang dipeluk akan merasa dirinya diterima. Saat hati anak tenang, ia akan lebih mudah menerima nasihat,” ujarnya.
Amrozi menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sentuhan penuh kasih mampu membantu perkembangan otak anak, menurunkan hormon stres, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua.
Ia menambahkan bahwa ketenangan hati merupakan bagian penting dalam proses pendidikan anak.
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Menurutnya, orang tua memiliki peran menghadirkan ketenteraman tersebut melalui kasih sayang yang diberikan kepada anak sebagai bagian dari ibadah.
Dalam sesi parenting, Amrozi menjelaskan bahwa pelukan orang tua dapat menanamkan lima fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinan anak.
Pertama, rasa aman, sehingga anak memiliki keberanian mencoba hal-hal baru.
Kedua, percaya diri, karena setiap pelukan tanpa syarat memberikan pesan bahwa anak dicintai dan dihargai.
Ketiga, empati, yang tumbuh dari kebiasaan menerima kasih sayang sehingga anak lebih mudah memahami dan menghargai orang lain.
Keempat, ketangguhan, karena dukungan emosional dari orang tua membantu anak bangkit ketika menghadapi kegagalan.
Kelima, karakter, sebab ilmu menjadikan seseorang pintar, sedangkan karakter membuat seseorang dipercaya.
Menurut Amrozi, pemimpin masa depan tidak hanya lahir dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kemampuan mengelola emosi, menghargai orang lain, dan memiliki mental yang kuat.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para wali murid tampak antusias mengikuti sesi parenting dan aktif mengajukan pertanyaan, terutama mengenai tantangan mendampingi anak di era digital.
Menanggapi hal tersebut, Amrozi mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan teknologi.
Menurutnya, teknologi harus menjadi sarana yang memberikan manfaat positif bagi perkembangan anak, bukan justru menghambat proses tumbuh kembang mereka.
Selain parenting, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pihak sekolah menjelaskan alur pendaftaran, persyaratan administrasi, serta berbagai program unggulan yang dimiliki TK Permata Hati.
Di akhir pemaparannya, Amrozi mengajak seluruh orang tua memulai pendidikan karakter dari hal-hal sederhana namun bermakna.
“Ayah dan Ibu sayang padamu. Kamu adalah amanah yang Allah titipkan kepada kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemimpin masa depan tidak pertama kali dibentuk di ruang rapat, melainkan di ruang keluarga.
“Bukan dimulai dari pidato, tetapi dimulai dari sebuah pelukan.”
Melalui kegiatan ini, TK Permata Hati berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, empati, dan jiwa kepemimpinan sejak usia dini.





0 Tanggapan
Empty Comments