Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam memajukan pendidikan.
Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi, menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan kerja bersama seluruh komponen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ramanda Fathurrahim Syuhadi usai membuka kegiatan Ceria Pandu Tunas Athfal Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Kediri yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
“Dari ruang kelas di ujung negeri hingga pusat kota, kita belajar bahwa pendidikan bukan semata urusan sekolah. Ini adalah kerja kolektif seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan amanat konstitusi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda. Melalui berbagai program pembinaan di Jawa Timur, HW berupaya membentuk jati diri pelajar Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.
Ia menjelaskan, kegiatan kepanduan seperti latihan rutin, perkemahan, jambore, serta penguatan kepemimpinan dan kepedulian sosial menjadi sarana konkret dalam membangun karakter pelajar. Nilai-nilai yang ditanamkan meliputi keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia, kemandirian, kemampuan berpikir kritis, serta semangat gotong royong dan kebangsaan.
“Melalui gerakan kepanduan Hizbul Wathan, kita ingin melahirkan pelajar Indonesia yang memiliki jati diri kuat, tangguh menghadapi tantangan zaman, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” tegas penulis buku Jejak Sejarah HW Jawa Timur 2000-2025
Selain itu, HW Jawa Timur juga terus mendorong penguatan kapasitas pembina, peningkatan kualitas kwartir, serta sinergi dengan sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Langkah ini dinilai penting agar gerakan kepanduan menjadi bagian integral dalam ekosistem pendidikan nasional.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa partisipasi nyata seluruh pihak menjadi kunci terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua. Ketika kolaborasi berjalan efektif, maka kualitas pendidikan tidak lagi menjadi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang terus dibangun bersama.
“Pendidikan yang inklusif dan berkualitas adalah fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan peradaban bangsa di masa depan,” imbuh penulis buku Guru Profesi Mulia
Di akhir pernyataannya, Ramanda Fathurrahim Syuhadi mengajak seluruh kader Hizbul Wathan untuk terus mengambil peran aktif dalam gerakan pendidikan. Ia berharap kader HW mampu menjadi pelopor, teladan, dan penggerak dalam membangun generasi yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing.
Peringatan Hardiknas tahun ini pun diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi penguat komitmen bersama dalam menciptakan pendidikan yang merata dan bermutu bagi seluruh anak bangsa.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan bermutu untuk semua bukan lagi cita-cita, tetapi kenyataan yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments